Prosiding Seminar Tahun 2004_02

PROSIDING TAHUN 2004
Kumpulan Makalah Seminar Hasil Penelitian BB Biogen Tahun 2004
—— ————————


Rejuvenasi dan Karakterisasi Morfologi Plasma Nutfah Tanaman Pangan

(Sri A. Rais, Tiur S. Sudiaty, Sri G. Budiarti, Nani Zuraida, Ida H. Somantri, Hadiatmi, Nurwita Dewi,
Tintin Suhartini, dan Mamik Setyowati)

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian untuk memperbaharui viabilitas benih dan mengkarakterisasi sifat-sifat tanaman dari koleksi tanaman pangan. Karakterisasi sifat-sifat morfologi, agronomi merupakan informasi penting untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi para pengguna. Rejuvenasi tanaman telah di-laksanakan pada MH dan MK 2004 meliputi sejumlah 5569 aksesi tanaman pangan telah ditanam di Inlitbio Cikeumeuh, IP Muara, Inlitbio Pacet, rumah kaca BB Biogen, dan IP Pusakanegara. Setiap komoditas ditanam 2 baris tanaman, sejumlah 20-100 tanaman, tanpa ulangan. Budi daya tanaman sesuai dengan anjuran masing-masing komoditas tanaman. Rejuvenasi penelitian mem-peroleh hasil benih plasma nutfah padi budi daya berkisar antara 10-1000 g/5 m2; padi liar 57,5-732,6 g; terigu 0,90-593,6 g; kacang tanah 110-1500 g/3 m2; kacang hijau 3,35-17,03 g; kacang tunggak 0,1-0,5 kg, dan sorgum 207-780 g/10 malai. Hasil karakterisasi sifat morfologi dan agronomi penting adalah didapatkan 10 aksesi plasma nutfah padi mempunyai potensi hasil tinggi >520 g/5 m2, 10 aksesi mempunyai jumlah anakan banyak >21/tanaman; 10 aksesi mempunyai kehampaan rendah <4,89%. Hasil sibbing di atas 1 kg diperoleh pada 10 aksesi plasma nutfah jagung; plasma nutfah kedelai No. B3681 (lokal Karang Asem, Bali) menghasilkan polong isi ter-banyak (101 buah), dan lokal Tulung Agung menghasilkan berat biji 732,6 g per 3 m2. Didapatkan sejumlah 12 aksesi ubi kayu mempunyai berat umbi lebih dari 3,0 kg/tanaman di antaranya varietas Bogo, Yorong, No. 520-41 dan 547-9-10 mempunyai berat antara 4-45 kg per tanaman. Pada plas-ma nutfah ubi jalar didapatkan 10 aksesi menghasilkan umbi 1300-1700 g/tanaman di antaranya Mantang Biru, Helalekue Lama A, Ulupuklon, dan Kiruluk mempunyai berat umbi 1500-1700 g/tanaman. Sejumlah 5 aksesi plasma nutfah terigu, yaitu varietas Madona, Sw Quatro, Anemos, Sigma dan V235 mempunyai anakan produktif 7-8 dan varietas Perdix memiliki hasil tertinggi 593,6 g/plot. Sejumlah 40 aksesi plasma nutfah kacang tanah mempunyai berat polong <700 g/3 m2 dan sejumlah 44 aksesi memiliki jumlah polong <15 per tanaman. Pada plasma nutfah kacang hijau di-jumpai 3 aksesi, yaitu VR176, VR178, VR151 berumur genjah 58 hari, terhadap jumlah polong di-dapatkan 6 aksesi mempunyai polong 39-65 per tanaman, dan sejumlah 15 aksesi menghasilkan bobot biji tinggi antara 12,07-17,03 g; plasma nutfah kacang tunggak memberikan sejumlah 29 aksesi memiliki bobot biji seberat >500 g. Plasma nutfah talas varietas B(600) memiliki berat umbi 1680 g/tanaman sedang umbi balitung varietas 29-BLT-ungu mempunyai umbi anakan sejumlah 57 buah, dan varietas 26 -MLG-364, 56-Balitung, dan 35-MLG 392 memiliki berta umbi <4250 g/tanaman. Pada plasma nutfah sorgum dijumpai 5 aksesi dengan umur masak sangat genjah (<80 hari) dan 18 aksesi berumur genjah (80-90 hari), 1 aksesi ICSV91014 mempunyai tangkai malai panjang dan 15 aksesi memiliki berat biji 701-800 g per 10 malai.

Kata kunci: Plasma nutfah, rejuvenasi, karakterisasi.

ABSTRACT

The objectives of the experiment was conserving the sustainability and characterizing the morphology of food crops. The experiment were conducted in the dry and rainy season on 2004. A total of 5569 accs germplasm of food crops had rejuvenation were conducted at several research installation such as in Citayam, Cikeumeuh, Pacet, Pusakanegara, and RK BB Biogen. The result showed. That the rejuvenation of rice produced seed 10-1000 g/5 m2; seed of wild rice 57,5-732,6 g; seed of wheat 0,90-593, 6 g; seed of groundnuts 110-1500 g/3 m2; seed of mungbean 3,35-17,07 g; cowpea 100-500 g, and sorghum 207-780 g/10 panicle. Ten of rice have high yield >520 g/5 m2; Ten accs of rice have high tillering >21/plant, 10 accs unfilled grain <4,89%. Produced seed of corn from sibbing have 1 kg in ten germplasm on corn, and local Karang Asem no. regist 13.3681 of soybean, have a high of pods (101 pods), and local Tulung Agung have produced of yield 732,6 g/3 m2. 12 accs of cassava have high weight 3,0 kg/plant ei, V. Yorong, No. 520-41 and 547-9-10 have weight 4-4,5 kg/plant. 10 accs of sweet potatos have product of tuber 1300-1700 g/plant e.i : Mantang Biru, Helalekue Lama A, Ulupuklon, and Kiruluk have high of tuber 1500-1700 g/plant 5 accs of wheat e.i. V. Madona, S.W Puatro, Anemos, Sigma, and V235 have high tillering 7-8/plant and V. perdix have high yield 593,6 g/plot; 3 accs of mungbean e.i; VR176, VR178, VR151, have early maturity 58 days, 6 accs have a high number of pod 39-65/plant and 15 accs have seed of yield 12,07-17,03 g; 29 accs of cowpea have high grain yield/plant >500 g. 40 accs of groundnut have a high weight of day pod <700 g/3 m2, and 44 accs have pod/plant more than 15 pods. Variety B) (600) of taro have a tuber weight 1680 g/plant and tuber of balitung variety 29-BLT-ungu have high tillering tuber 57, variety 26-MLG-364; Variety 56 balitung and 35-MLG392 have a weight tuber <4250 g/plant. 5 accs germplasm of sorghum have early maturity <80 day.Variety ICSV91014 have panicle length, and 15 accs have ground weight 701-800 g/10 panicle.

Key words: Germplasm, rejuvenation, characterization.

Download artikel lengkap (PDF)