Produk – Feromon-Ostri

Program Penelitian | Hasil yang Dicapai | Produk & Teknologi Unggulan

Teknologi Produksi Bibit Abaka | Teknologi Produksi Bibit Jati
Orlitani | Rhizoplus | Angke & Code | Feromon-Exi | Feromon-Ostri

 Leaflet produk / teknologi

 

Feromon-Ostri: biorasional insektisida untuk mengendalikan penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis)

Penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis) merupakan salah satu hama penting pada tanaman jagung di Indonesia. Keberadaan dan pengendalian hama ini sering dilakukan terlambat karena tanaman terserang baru diketahui petani setelah melihat adanya kerusakan tanaman dengan adanya gejala bekas gerekan larva (ulat) atau adanya kotoran ulat pada tongkol aau batang jagung. Petani umumnya megendalikan penggerek batang jagung dengan penyemprotan insektisida, atau tidak dikendalikan karena larva ada di dalam batang atau tongkol. Teknologi alternatif yang lebih efektif, efisien dan ramah lingkungan untuk memantau atau mengendalikan penggerek batang jagung dapat dilakukan dengan pemasangan perangkap berferomon.

Apakah itu feromon ?
Feromon merupakan senyawa kimia yang digunakan serangga untuk berkomunikasi satu sama lainnya dalam satu spesies (sejenis) dalam sistem kawin serangga tersebut. Feromon seks sintetik dapat diformulasikan untuk memikat dan memerangkap serangga hama.

Komponen feromon seks O. furnacalis populasi Indonesia telah diteliti dan dipelajari di BB Biogen. Senyawa aktif diisolasi, diidentifikasi, diuji bioasai, diformulasikan, dan diuji lapang. Formulasi feromon seks sintetik terbaik yang dibuat BB Biogen dan mampu bersaing dengan betina virgin diberi nama feromon-Ostri. Hasil uji lapang di Bogor dan Bandung menunjukkan bahwa Feromon-Ostri mamiliki daya tarik jauh lebih kuat dibandingkan dengan betina virgin.
Hal tersebut terlihat dari jumlah dewasa yang tertangkap pada perangkap ber Feromon-Ostri hampir tiga kali lipat lebih banyak (1.520 ekor) dibaningkan pada perangkap yang diumpan tiga betina virgin (582 ekor).

Pemanfaatan Feromon-Ostri

  1. Sebagai alat:
    1. Pemantau populasi (monitoring) mendeteksi keberadaan serangga hama untuk peringatan dini, keperluan survey atau keperluan karantina.
    2. Menentukan ambang batas kendali untik pengendalian populasi atau menduga kehilangan hasil.
    3. Menduga kepadatan populasi untuk keperluan mempelajari dinamika populasi, penyebaran serangga hama atau hasil dari teknologi pengendalian.
  2. Perangkap massal (mass trapping). Mengurangi terjadinya kopulasi (kawin) dengan menagkapi serangga jantan dewasa sehingga menurunkan populasi generasi berikutnya.
  3. Pengacau kawin (mating disruption). Mengacaukan serangga jantan untuk bertemu dengan serangga betina virgin sehingga menurunkan peluang kopulasi (kawin) dan akhirnya menurunkan populasi serangga generasi berikutnya.

 



wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink satışı hacklink satış deface mirror wso shell