Siaran Radio Pertanian Ciawi tanggal 27 Mei 2009

Siaran Radio Pertanian Ciawi tanggal  27 mei 2009 yang lalu menghadirkan Dr. Sustiprijatno, staf peneliti Biologi Molekuler BB Biogen. Tema yang dibawakan oleh bapak yang murah senyum ini adalah tentang  EFISIENSI  PEMUPUKAN NITROGEN  PADA TANAMAN PADI.

 

“Nitrogen (N) adalah sumber nutrisi untuk pertumbuhan tanaman yang dibutuhkan dalam jumlah besar“, Oleh karena itu beliau juga menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas suatu tanaman dalam sistem usaha tani pada akhirnya memerlukan jumlah pemupukan yang tinggi dan akan terus meningkat setiap tahunnya.

Adanya peningkatan produk tanaman pangan (padi) yang berkorelasi dengan peningkatan jumlah penduduk dapat bertendensi terhadap efisiensi pemupukan. Hal ini karena dalam pemupukan N di lapangan banyak mengalami kehilangan sekitar 30-70% karena beberapa faktor seperti: denitirifikasi/nitrifikasi, penguapan, imobilisasi dan pencucian. 

Denitrifikasi adalah suatu proses pembentukan atau penguraian nitrat oleh adanya aktifitas mikroba tanah yang sampai saat ini menjadi masalah penting dan serius dalam pemupukan N di tanah sawah, karena dapat menyebabkan kehilangan N dalam jumlah besar. Kehilangan berkisar antara 20-40% di India dan 30-50% di Jepang, dimana kecepatan hilangnya nitrat karena denitifikasi dipengaruhi oleh sifat tanah dan suhu. Bila suhu rendah sekitar 5oC, proses denitifikasi menjadi lambat, sedangkan pada kondisi tropis (iklim Indonesia) sebagian akan hilang dalam beberapa hari setelah penggenangan.

Tanaman padi merupakan tanaman yang lebih suka menyerap N dalam bentuk ion amonium, sehingga dalam pertumbuhannya padi menyerap hara N amonium lebih banyak dibandingkan dengan hara N nitrat  dan nitrit. Oleh karena itu pemupukan pada tanaman padi umumnya dilakukan dengan penambahan pupuk urea yang mempunyai kemudahan dalam penguraian menjadi ion amonium.

Urea merupakan padatan kristal putih dan mengandung nitrogen sebesar 46% yang dapat digunakan sebagai pupuk dan bahan tambahan untuk ternak. Penggunaan urea sebagai pupuk mudah diaplikasikan ke dalam tanah dalam bentuk padatan atau berupa cairan. Dalam menghasilkan produk gabah  yang optimum, terdapat beberapa sifat kepekaan terhadap kelebihan dan kekurangan N. Bila kandungan N  tanah rendah (<0,1%) disarankan  untuk dilakukan pemupukan basal dan top dressing, N tanah sedang (0,1-0,2%) hanya perlu top dressing, sedangkan bila N tanah tinggi (0,2%) tidak perlu pemupukan untuk menghasilkan 5 ton/ha.

Penyerapan sumber N yang tidak efisien dalam pemupukan dengan urea dapat menyebabkan peningkatan biaya produksi dan menurunkan pendapatan pada tingkat petani. Selain itu dalam proses denitrifikasi menyebabkan residu nitrat dapat menyebabkan keracunan (methaemoglobinaemia) bila mengalir ke sumber air minum dan dapat berubah menjadi emisi gas ke atmosfir yang berkontribusi terhadap global warming. Kondisi ini akan bertambah buruk bila penngunaan pupuk N diberikan secara berlebihan.

Dalam kondisi saat ini, dimana harga pupuk yang mahal dan sangat memberatkan petani dan sering tidak tersedianya pasokan pupuk di pasaran, serta adanya dampak pencemaran lingkungan, maka perlu dilakukan upaya untuk efisiensi pemupukan N. Beberapa cara dapat dilakukan. Beliau menyampaikan, diantaranya dengan menggunakan pupuk controle release nitrogen (CRN) dengan pelapis polimer, dimana dapat meningkatkan efisiensi dari 24% menjadi 32,6%, sedangkan dengan metode bagan warna daun (BWD) dapat menghemat pupuk sebesar 15-20% dari takaran umum tanpa menurunkan produksi.

Sumber N nitrat dan nitrit dalam tanah hasil denitrifikasi dari proses mineralisasi bahan organik tanah dan hidrolisis pupuk urea merupakan sumber hara N yang dapat diserap oleh tanaman padi walaupun dalam jumlah sedikit. Untuk itu dalam upaya efisiensi pemupukan N, perlu dikembangkan tanaman padi yang dapat menyerap sumber hara N tersebut dalam dalam jumlah yang besar.

Padi adalah termasuk golongan tanaman amonium (ammonium plant), sehingga sulit menemukan sumber genetik  padi yang dapat menyerap nitrat dalam jumlah besar. Untuk itu perlu dilakukan perakitan tanaman yang dapat menyerap sumber hara baik amonium maupun nitrat dalam jumlah yang besar. Saat ini BB Biogen yang mempunyai mandat dalam pengembangan perakitan tanaman biotek dan pengembangan sumberdaya genetik pertanian berupaya untuk mengembangkan tanaman padi yang dapat menyerap sumber hara N amonium, nitrat dan nitrit (low input fertilizer).

Gen yang dirakit adalah gen transporter nitrit yang mempunyai fungsi mempercepat penyerapan nitrat dan nitrit dalam proses asimilasi nitrat. Melalui metoda perakitan ini tanaman padi selain menyerap amonium juga dapat menyerap nitrit dan nitrat, sehingga efisiensi dalam pemupukan N dapat ditingkatkan dan polusi lingkungan dapat direduksi  tanpa menurunkan produksi, tetapi bahkan menaikkan produksi karena adanya penambahan hara nitrat dan nitrit.

Badan Litbang Bioteknologi & Sumberdaya Genetik Pertanian, Kampus Penelitian Pertanian, Cimanggu, Kota Bogor

BB Biogen

Badan Litbang Bioteknologi & Sumberdaya Genetik Pertanian, Kampus Penelitian Pertanian, Cimanggu, Kota Bogor

instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google