Jurnal Club BB Biogen: In Vitro Selection of Tissue Culture Induced Somaclonal Variants of Wheat for Drought Tolerance

Presentasi Dr. Ragapadmi Purnamaningsih
Jurnal Club BB Biogen awal bulan Maret 2013 kali ini membahas topik jurnal tentang seleksi in vitro untuk menghasilkan variasi somaklonal gandum toleran kekeringan (In vitro selection of tissue culture induced somaclonal variants of wheat for drought tolerance) yang disampaikan oleh Dr. Ragapadmi Purnamaningsih dari Kelompok Peneliti Biologi Seluler dan Jaringan BB Biogen. Topik ini sangat relevan dengan kegiatan penelitian yang sedang dilakukan oleh Dr. Ragapadmi dkk dalam rangka induksi somaklonal gandum toleran panas (dataran rendah) melalui seleksi in vitro. Topik yang dibahas dalam jurnal club ini, merupakan penelitian dari Imran Mahmood dkk yang dilakukan di Departemen Agronomi, Pir Mehr Ali Shah Arid Agriculture University, Rawalpindi-Pakistan pada tahun 2008-2010. Tujuan dari penelitian adalah memanfaatkan variasi somaklonal untuk peningkatan toleransi kekeringan pada tanaman gandum. Dari hasil seleksi in vitro terhadap kalus tanaman gandum menggunakan PEG 6000 telah diperoleh beberapa varian yang menunjukkan adanya peningkatan toleransi kekeringan dibandingkan tanaman kontrol. Pada sesi diskusi ada beberapa pertanyaan yang cukup bagus dan menarik, diantaranya bagaimana cara mengukur atau memastikan tingkat tekanan menggunakan PEG, kenapa PEG paling banyak digunakan dalam seleksi in vitro untuk menghasilkan variasi somaklonal toleran kekeringan dan bagaimana perbandingan struktur sel/jaringan pada akar dalam keadaan stress kekeringan dan stress oleh PEG. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, selain pembicara juga dibantu oleh beberapa peneliti ahli fisiologi tanaman seperti Prof. Dr. Ika Mariska dan Prof. Dr. Endang Gati Lestari. Dari hasil diskusi pada Jurnal Club ini dapat disimpulkan bahwa teknik Seleksi In Vitro dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk menginduksi variasi somaklonal pada tanaman, diantaranya untuk mendapatkan varian yang toleran terhadap kekeringan. Teknik ini dapat dikombinasikan dengan agen mutasi lainnya, seperti Mutagen kimia dan fisika (iradiasi) untuk meningkatkan persentase variasi genetik. Namun, untuk lebih mengoptimalkan teknologi seleksi in vitro ini diperlukan pengetahuan fisiologi tanaman dan biokimia yang lebih mendalam.
Sesi Diskusi
instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google