Cavendish Banana Cultivars Resistant to Fusarium Wilt Acquired through Somaclonal Variation in Taiwan

oleh Saptowo J. Pardal dan K. Rudi Trijatmiko  
Drs. Deden Sukmadjaja, MSi mengkaji karya tulis ilmiah dari Hwang & Ko (2004)
Drs. Deden Sukmadjaja, MSi mengkaji karya tulis ilmiah dari Hwang & Ko (2004)
Pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman buah-buahan yang paling populer di dunia, termasuk Indonesia. Buah pisang dapat dijumpai hampir sepanjang musim di Indonesia, karena Indonesia kaya akan jenis tanaman pisang. Namun masalah yang sering dihadapi oleh para petani pisang adalah adanya serangan penyakit layu Fusarium. Penyakit layu Fusarium pada pisang yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum tersebar luas pada daerah-daerah yang membudidayakan pisang di Asia, Afrika, Australia, dan Amerika Tengah, dan Selatan. Layu fusarium dikenal merupakan salah satu penyakit pada tanaman pisang yang paling merusak di dunia. Hingga saat ini, penyakit ini masih sulit diatasi dan belum ada jenis varietas pisang yang benar-benar tahan terhadap penyakit berbahaya ini dan Indonesia juga tidak terhindar dari masalah Fusarium. Tanpa perhatian yang memadai, beberapa plasma nutfah pisang Indonesia mungkin segera berada di ambang kepunahan. Topik mengenai perakitan varietas pisang Cavendish tahan penyakit layu Fusarium melalui teknik Variasi Somaklonal telah didiskusikan pada acara Journal Club BB Biogen pada Selasa, 23 Juli 2013 dengan narasumber: Drs. Deden Sukmadjaja, MSi, peneliti dari Kelompok Peneliti Biologi Sel dan Jaringan dan diskusi dipimpin oleh Dr. Ragapadmi Purnamaningsih. Pada presentasi  disampaikan bahwa produksi pisang Taiwan sudah berada di perdagangan internasional sejak tahun 1900, sehingga dapat dikatakan bahwa merupakan tertua di Asia di mana saat itu pisang dari Taiwan diekspor ke Jepang. Pada tahun 1960 Taiwan merupakan pengeskpor pisang terbesar di dunia namun pada tahun 1970 produksi menurun karena tingginya upah buruh dan persaingan dengan negar lain. Selain itu juga adanya serangan penyakit layu Fusarium (FOC) ras baru, yaitu Ras 4 pada tahun 1967 di Selatan Taiwan yang menyerang dengan sangat cepat ke seluruh dunia. Serangan penyakit ini terutama terhadap pisang Cavendish cv. Grande. Serangan Ras 4 juga ditemukan pada tahun 1920 di kepulauan Cannary, 1980 di Australia, dan 1990 di Malaysia. Serangan FOC di Indonesia terutama di daerah Sumatera, Jawa, dan Halmahera. Pada tahun 1990 terjadi serangan FOC pada 2000 ha pisang Cavendish cv. Valery asal Costarica di daerah Sumatera Selatan sehingga pisang tersebut tidak dapat diekspor ke Jepang dan Timur Tengah. Untuk mencegah meluasnya serangan FOC tersebut ke daerah lain maka pada tahun 1996 pertanaman pisang Cavendish cv. Valery dimusnahkan.   Ringkasan diskusi dan pembelajaran adalah pengembangan kultivar pisang yang tahan terhadap Foc dan memiliki karakter hortikultura yang bisa diterima konsumen melalui teknik variasi somaklonal bisa dilakukan oleh para peneliti BB Biogen dengan belajar dari pengalaman Hwang & Ko, di antaranya (1) jumlah planlet yang diuji harus memenuhi syarat (40.000), (2) klon yang tahan harus diuji di banyak lokasi yang terserang Foc untuk bisa menyimpulkan bahwa klon tersebut benar-benar tahan terhadap Foc (bukan karena escape), dan (3) seleksi sifat-sifat hortikultura juga harus dilakukan.  
instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google