Kacang tanah Situraja: tinjauan sejarah dan produksi

Oleh: Try Zulchi P.H. (peneliti BB Biogen Bogor). Di kabupaten Sumedang terdapat jenis kacang tanah lokal yang mempunyai potensi produksi setara dengan varietas unggul. Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Bupati mendaftarkan kacang tanah tersebut sebagai varietas lokal dengan nomor pendaftaran 01/PVL/2009, tanggal 12 Januari 2009. Kacang tanah Kabupaten Situraja telah diberi Surat Keputusan dari PPVT dengan nomer 470/Kpts/SR.120/1/2010, tanggal 28 Januari 2010. Pemberian nama asal kacang tanah lokal tersebut disesuaikan nama daerah (kecamatan) yang berada di Kabupaten Sumedang Kecamatan Situraja yaitu Situraja DM-1. Sejak tahun 1973 tanaman kacang tanah lokal Situraja telah ditanam dengan luasan areal pertanaman sebesar 10 ha. Berdasar keterangan dari petani penangkar benih bernama H. Endang Nurdin dan T. Kartawigena bahwa pertanaman kacang tanah lokal secara luas dilakukan sejak tahun 1985. Hanya penamaan jenis kacang tanah ini yaitu kacang tanah rende atau suuk. Kemungkinan kacang tanah lokal ini merupakan jenis kacang tanah Schwartz 21. Perkembangan luasan kacang tanah di kabupaten Sumedang semakin pesat dengan makin bertambahnya luasan penanaman. Pada tahun 1985 luasan penanaman kacang tanah lokal Situraja hanya mencapai 876 Ha sedangkan pada tahun 2004 menjadi 4752 Ha sedangkan tahun 2008 telah mencapai 5190 Ha. Sentra penanaman kacang tanah lokal Situraja terluas di Kabupaten Sumedang yaitu desa Situraja Utara dan Ambit. Rata-rata peningkatan luasan sebaran kacang tanah DM-1 ini mencapai 5,16 % per tahun. Penanaman kacang tanah varietas Situraja DM-1 tersebar luas di sejumlah kecamatan yaitu Kecamatan Cisitu (4071 Ha); Darmaraja (3077 Ha); Jati Gede (2257 Ha); Situraja (2089 Ha); Tomo (1532 Ha) dan Wado (1220 Ha). Dari keenam wilayah tersebut mampu menyumbangkan luasan areal tanam kacang tanah sekitar 64% daripada Kabupaten Sumedang. Produksi Kacang Tanah Perkembangan produksi kacang tanah Situraja di Kabupaten Sumedang terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2004 mampu berproduksi mencapai 5940 ton dengan luasan 4752 ha sedangkan tahun 2008 mampu berproduksi mencapai 7191 ton seluas 5190 ha. Rata-rata peningkatan produksi kacang tanah ini sebesar 2,38 %. Tahun 2007 produksi mengalami penurunan sebesar 5,26 % kemudian pada tahun 2008 produksi kacang tanah meningkat menjadi 15,67 %. Akibat kebijakan Pemerintah Daerah Sumedang telah memberikan apresiasi yang positif bagi petani atau kelompok tani dalam usaha agribisnis kacang tanah Situraja (Tim Pelepas Varietas Kacang tanah, 2009). Berupa dukungan budidaya yang intensif (teknologi), pengadaan benih bermutu yang disukai industri pengolahan, harga yang relatif stabil, dan dukungan pemerintah setempat (menghubungkan petani dengan pengusaha swasta dari hulu hingga hilir secara langsung) serta penguatan organisasi dan kelembagaan ekonomi petani (Kelompok tani dan koperasi petani) (Direktorat Jenderal Produksi Tanaman Pangan, 2001). Luas Tanam dan Produksi Kacang Tanah Situraja di Kabupaten Sumedang
Tahun 2004Tahun 2005Tahun 2006Tahun 2007Tahun 2008Rata-rata
Luas (ha)475247754908467551904860
Produksi (ton)594063006562621771916442
Produktivitas (ton/ha)1,251,321,341,331,391,32
% peningkatan luas tanam-0,482,79-4,7511,025,16
% peningkatan produksi-6,064,16-5,2615,672,38
Umumnya penanaman kacang tanah di lahan kering, tadah hujan dan lahan sawah irigasi setelah padi. Penanaman terluas terdapat pada bulan-bulan Maret – April dan Nopember – Desember sehingga panen kacang tanah terbesar pada bulan Pebruari sampai Maret dan Mei sampai Juli. Maka hal ini dapat menjadi rentan pada penyediaan bahan baku untuk industri pengolahan hasil yang dapat menyebabkan fluktuasi harga yang tajam dan dapat merugikan petani. Namun di Kabupaten Sumedang, telah ada kerjasama dengan industri pengolahan kacang tanah dengan petani yang didukung dan hasil mediasi oleh Pemerintah setempat, sehingga petani bergairah menanam kacang tanah secara kontinyu (Tim Pelepas Varietas Kacang tanah, 2009). Sejak tahun 2000, masyarakat Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang mulai melakukan kemitraan dengan pabrik pengolahan kacang tanah milik PT. Garuda Food, meski produksinya memerlukan bahan baku kacang tanah sebesar 30 – 40 ton per bulan dan pasar lokal perlu sebanyak 50 ton per bulan. Pola intensifikasi produksi terus dilakukan oleh petani (kelompok tani) bekerja sama untuk mendukung penyediaan produksi pengolahan kacang tanah tersebut.  
Badan Litbang Bioteknologi & Sumberdaya Genetik Pertanian, Kampus Penelitian Pertanian, Cimanggu, Kota Bogor

BB Biogen

Badan Litbang Bioteknologi & Sumberdaya Genetik Pertanian, Kampus Penelitian Pertanian, Cimanggu, Kota Bogor