Jurnal Club BB Biogen: Intragenesis and cisgenesis as alternatives to transgenic crop development

jurnal club pEdy-3

Journal Club BB Biogen bulan April 2014 diisi oleh Dr. Edy Listanto, peneliti Kelti Biologi Molekuler. Kali ini membahas sebuah artikel review dari jurnal Plant Biotechnology tahun 2013, tentang “Intragenesis dan Cisgenesis as alternatives to transgenic crop development” yang ditulis oleh Inger Baeksted Holme et al. Jurnal Club yang dilaksanakan di Ruang Seminar lt. 1 BB Biogen pada tanggal 16 April 2014 dihadiri oleh sebagian besar peneliti dari BB Biogen dan dipimpin oleh Dr. Sri Koerniati selaku Moderator. Intragenesis merupakan proses transfer gen yang berasal dari tanaman yang sama, namun menggunakan promoter dan terminator yang berasal dari tanaman/sumber lain. Tanaman yang dihasilkan disebut Intragenik. Sedangkan Cisgenesis adalah proses transfer gen yang berasal dari tanaman yang sama termasuk promoter dan terminatornya. Tanaman yang dihasilkan disebut Cisgenik. Dua teknik rekayasa genetik ini mulai banyak digunakan peneliti untuk menghasilkan tanaman transgenik dengan meminimalkan adanya tambahan gen baru/asing, sehingga dapat memperkecil kekhawatiran masyarakat terhadap bahaya/resiko dari tanaman transgenik yang selama ini banyak melibatkan insersi gen-gen asing ke dalam tanaman transgenik. Dengan pendekatan metode baru ini diharapkan tingkat penerimaan masyarakat terhadap tanaman transgenik baru ini (intragenik dan cisgenik) akan semakin besar. Namun, kalau mengacu pada regulasi di Indonesia yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 21 tahun 2005 tentang Pemanfaatan Produk Rekayasa Genetik (PRG) nampaknya produk dari hasil dua metode baru ini tetap masih akan terkena regulasi  pengkajian keamanan lingkungan, keamanan pangan dan pakan. Demikian dijelaskan oleh Prof. Dr. M. Herman (Pakar Rekayasa Genetik dan Anggota Tim Teknis Keamanan Pangan) menjawab pertanyaan bagaimana prospek pengembangan metode baru ini di Indonesia dikaitkan dengan regulasi terhadap komersialisasi PRG hasil Intragenesis dan Cisgenesis nantinya. Dr. Alberta Dinar Ambarwati juga menambahkan bahwa jangankan Intragenik dan Cisgenik, tanaman hasil persilangan antara tanaman PRG dengan non PRG juga harus melalui regulasi Keamanan Lingkungan dan Keamanan Pangan/Pakan.  
instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google