Journal Club BB Biogen: Reverse breeding is a novel breeding approach based on engineered meiosis

Pemuliaan tanaman sudah berumur sama tuanya dengan peradaban manusia. Titik beratnya adalah pada pemilihan atau seleksi, sehingga pemulia tanaman berdasarkan pengalaman dan bakatnya, memegang peran utama dalam menilai atau meramalkan tanaman yang dapat menjadi varietas lebih unggul. Salah satu konsep penting dalam pemuliaan tanaman adalah terdapatnya turunan hibrid F1 yang memiliki sifat superior dalam ukuran, pertumbuhan dan potensi hasil dibandingkan dengan kedua tetuanya yang homozigot, yang dikenal dengan fenomena heterosis. Bagaimana mekanisme spesifik yang mendasari munculnya fenomena ini belum diketahui dengan jelas. Tampaknya input genetik dari tiap tetua saling menutupi kekurangan masing-masing sehingga menghasilkan individu yang superior dibandingkan dengan kedua tetua. Namun sifat superior ini hilang pada generasi selanjutnya akibat adanya segregasi saat meiosis. Oleh karena itu perlu adanya terobosan teknologi untuk dapat mempertahankan genotipe-genotipe heterozigot superior. Metode reverse breeding muncul untuk menjawab tantangan ini. Terdapat beberapa teknik yang diaplikasikan dalam reverse breeding, yang tujuan utamanya adalah merekayasa proses meiosis. Topik diskusi yang sangat menarik tersebut telah dikupas tuntas pada acara Journal Club BB Biogen pada hari Rabu, 21 Mei 2014. Materi diskusi disarikan dari artikel review dari Plant Biotechnology Journal  Vol 7 tahun 2009, halaman 837-845 ditulis oleh Rob Dirk et.al dengan judul: “Reverse Breeding: a novel  breeding approach based on engineered meiosis” dan disampaikan dengan apik oleh Dr. M. Yunus, peneliti Molecular Breeding dari Kelompok Peneliti (Kelti) Biologi Molekuler BB Biogen. Sedangkan acara diskusi dipandu oleh Dr. Dwinita W.Utami juga peneliti dari Kelti Biologi Molekuler.
wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink satışı hacklink satış deface mirror wso shell