Pemanfaatan Zat Pengatur Tumbuh dalam Teknologi Kultur In Vitro

Secara garis besar, terdapat lima kelompok ZPT yang ditemukan lebih dahulu, yaitu sitokinin, auksin, giberelin, asam absisat, dan etilen. Kelompok lainnya yang relatif baru ditemukan adalah poliamin, triakontanol, brasinosteroid, asam jasmonat, dan asam salisilat. Sitokinin dicirikan dengan adanya cincin adenin. Auksin dapat dicirikan oleh cincin indol, naftalen, benzoik, dan fenoksi. Giberelin dicirikan dengan adanya kerangka giban. Asam absisat merupakan ZPT dengan struktur molekul yang kompleks, sedangkan etilen merupakan ZPT dengan struktur molekul yang paling sederhana. Sitokinin, giberelin, dan asam absisat dibentuk dari jalur asam mevalonat sedangkan auksin disintesis dari jalur asam shikimat. Etilen disintesis dari metionin kemudian menjadi S-adenosin metionin (SAM) yang kemudian membentuk amino cyclopropane carboxilase (ACC) dan akhirnya menjadi etilen. Beberapa contoh sitokinin adalah benzyl adenine atau 6-benzyl amino purine, 6-furfuril amino purine, isopentenyl adenine, kinetin, thidiazuron. Beberapa contoh auksin adalah indole acetic acid (IAA), indole butyric acid (IBA), naphthalene acetic acid (NAA), dichloro phenoxyacetic acid (2,4-D), trichloro phenoxyacetic acid (3,4,5-T), dicamba, dan picloram. Terdapat minimal 72 macam giberelin, namun yang paling aktif adalah yang berantai karbon 19 (C-19).
plant_growth_hormone
Pertumbuhan tanaman yang dstimulasi menggunakan zat pengatur tumbuh
ABA merupakan zat penghambat tumbuh atau inhibitor. Zat tersebut berbeda dengan retardan yang berfungsi untuk memperlambat pertumbuhan biakan in vitro, namun dapat meningkatkan sintesis klorofil, meningkatkan ketegaran biakan, dan mempertebal jaringan. Brassinosteroid sering disebut sebagai hormon stres karena dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap faktor biotik dan abiotik (kekeringan, salinitas, suhu ekstrim, logam berat). Saat ini, banyak diteliti gen yang menyandi ZPT tersebut. ZPT dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman apabila sampai ke jaringan target, persistensinya lama di dalam jaringan target, adanya interaksi dengan ZPT lainnya (baik yang bersifat aditif, sinergis, maupun antagonis), tanaman yang diperlakukan adalah tanaman yang sehat, serta tergantung pada genotipe dan kondisi fisiologis jaringan tanaman. ZPT dapat memberikan efek ketika dalam bentuk bebas, namun translokasinya dilakukan dalam bentuk konjugat, misalnya berikatan dengan senyawa glukosida, ribosida, mio-inositol, dan asam amino. Secara umum, rasio antara sitokinin dan auksin akan mempengaruhi respon pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Rasio yang melebihi satu menyebabkan multiplikasi atau proliferasi tunas. Rasio yang kurang dari satu dapat menyebabkan terbentuknya akar, sedangkan rasio yang seimbang (sama dengan atau mendekati satu) menyebabkan terbentuknya kalus. Kalus merupakan struktur yang belum mengalami diferensiasi dan memiliki tingkat proliferasi yang tinggi.
Badan Litbang Bioteknologi & Sumberdaya Genetik Pertanian, Kampus Penelitian Pertanian, Cimanggu, Kota Bogor

BB Biogen

Badan Litbang Bioteknologi & Sumberdaya Genetik Pertanian, Kampus Penelitian Pertanian, Cimanggu, Kota Bogor

instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google