Dokumentasi Sebaran SDGT Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)

Kementerian Pertanian Republik Indonesia memiliki salah satu tugas dan tanggung jawab dalam pengelolaan keanekaragaman hayati berupa Sumber Daya Genetik Pertanian (SDGP). SDGP ini umumnya dikelola atau dikonservasi secara ex-situ oleh beberapa UK/UPT lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). SDGP yang dikonservasi ada yang berupa Sumber Daya Genetik Tanaman (SDGT) baik pangan, hortikultura maupun perkebunan, dan berupa Sumber Daya Genetik Ternak. BB Biogen merupakan UK/UPT Badan Litbang yang mengkonservasi SDGT Pangan, dan telah melakukan kegiatan koleksi SDG tanaman pangan dari seluruh Indonesia. Koleksi yang dikelola tersebut juga dikarakterisasi dan didokumentasikan ke dalam bentuk database offline guna mendapatkan informasi yang berkontribusi dalam kegiatan perbaikan varietas. Hal serupa juga dilakukan oleh UK/UPT lain yang memiliki mandat yang sama.

Beberapa tahun terakhir, Balitbangtan juga mulai menginisiasi konservasi lekat-lahan dalam bentuk Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di beberapa provinsi di Indonesia melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di masing-masing daerah. Di lokasi yang sama, BPTP bersama dengan Komisi Daerah (Komda) SDG ada yang secara diskontinu melakukan kegiatan inventori SDGT lokal dan potensial di daerahnya. Namun demikian, data/informasi yang diperoleh dari kegiatan tersebut belum dapat diakses seluruhnya secara online. Padahal data/informasi ini sifatnya historical dan merupakan kunci utama dari keberlanjutan kegiatan konservasi dan pemanfaatan SDGT untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Data/informasi yang dimaksud juga dapat berperan sebagai salah satu elemen dalam upaya meminimalkan erosi SDGT yang pesat terjadi di tingkat daerah. Erosi SDGT tersebut banyak terjadi akibat berbagai aktivitas manusia dan alih fungsi lahan yang tidak terencana. Apabila erosi SDGT ini tidak dikendalikan dan terjadi terus menerus, maka banyak potensi SDGT yang akan punah.

Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam rangka mencegah erosi SDGT ini adalah dengan mengembangkan monitoring dan sistem peringatan dini terhadap hilangnya SDGT di suatu daerah. Hingga saat ini, belum ada mekanisme formal dan baku di Indonesia untuk memonitor situasi yang menyebabkan SDGT dalam bahaya, mengumpulkan informasi berkaitan dengan hal ini dan mengambil aksi yang tepat untuk mencegahnya.

Langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan hal ini adalah dengan mendata seluruh SDGT Indonesia di tingkat daerah, menyebarkan informasinya dan menyajikannya dalam media yang interaktif agar dapat bersifat berkelanjutan. Pendataan seluruh SDGT Indonesia dapat diawali dari data koleksi ex-situ yang telah ada dan penyajian interaktifnya dalam bentuk data spasial berbasis SIG. Peta ini juga diharapkan dapat memfasilitasi adanya proses updating data yang berkelanjutan berkenaan dengan status SDGT di tingkat daerah, sehingga informasi yang ditampilkan dapat dimanfaatkan secara cerdas oleh pengguna yang membutuhkan.

Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System (GIS) mulai berkembang dan diterapkan untuk mendokumentasikan data/informasi dalam bentuk peta spasial. Prinsip yang digunakan dalam penyimpanan data adalah Relational Database. Data lokasi dan penyebaran spasial (peta) dihubungkan dengan data tabular yang memuat bermacam-macam informasi, hubungan kedua macam data ini merupakan “jantung” dari model relational tersebut, di mana informasi yang terkandung dalam suatu data berkaitan dengan data lainnya. Bentuk dokumentasi berbasis SIG ini seperti halnya bentuk dokumentasi/database lainnya, juga dapat dikonjungsikan dengan media web/internet, sehingga lazim dikenal dengan SIG yang web-based. Salah satu keunggulan web-based SIG ini adalah mudah untuk diakses oleh pengguna.

Kegiatan pengembangan peta sebar SDG tanaman telah dimulai sejak tahun 2012, dengan tujuan untuk menyediakan informasi berkaitan dengan penyebaran Sumber Daya Genetik Tanaman (SDGT) di Indonesia. Hingga saat ini, SDG tanaman yang telah dipetakan dalam bentuk peta spasial berbasis SIG meliputi SDG tanaman pangan koleksi ex-situ bank gen BB Biogen (padi, jagung, ubikayu dan ubijalar), SDG tanaman hortikultura koleksi ex-situ Puslitbang Hortikultura (anggrek, manggis, durian, pisang, bawang merah, cabe dan jeruk), dan SDG lokal koleksi in-situ BPTP-BPTP seluruh Indonesia. Peta sebar SDG tanaman tersebut dapat diakses secara online.

petaSDG_spasial
Tampilan sebaran SDGT (kiri) dan detail data deskripsi dari masing-masing aksesi SDGT (kanan).