Workshop Internasional: Co-development and Transfer of Rice Technologies

Upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Asia Tenggara dihadapkan pada tantangan efek samping dari perubahan iklim. Varietas lokal yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara mungkin mengandung gen yang penting untuk mengembangkan varietas beradaptasi dengan perubahan iklim. Meskipun varietas lokal mampu beradaptasi dengan baik dan toleransi terhadap cekaman biotik tertentu dan / atau cekaman abiotik, produktivitasnya relatif rendah dibandingkan dengan varietas unggul. Suatu proyek kegiatan telah disetujui dan didanai oleh Benefit Sharing Fund (BSF) – ITPGRFA  untuk memfasilitasi kolaborasi antar institusi di negara-negara Asia Tenggara dalam konservasi dan penggunaan varietas padi lokal untuk memenuhi tantangan perubahan iklim . Tujuan keseluruhan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menghadapi tantangan perubahan iklim, serta meningkatkan ketahanan pangan petani miskin di negara-negara Asia Tenggara, dengan memperkuat konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan terhadap SDG padi. Adapun tujuan khusus dari kegiatan tersebut adalah untuk (1) mengidentifikasi karakteristik fenotipik dan genotipik varietas lokal padi dari negara-negara peserta, (2) meningkatkan produktivitas varietas lokal padi di negara-negara yang berpartisipasi melalui penggunaan penanda molekular dan near isogenic linesNils, dan (3) pertukaran varietas lokal / modern padi antar negara-negara yang berpartisipasi. Proyek ini akan dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian – Balitbangtan (Indonesian Agency for Agricultural Research and Sevelopment – IAARD) (Indonesia) sebagai organisasi terkemuka, dan Malaysian Agriculture Research and Development  Institute – MARDI (Malaysia), National Agriculture and Forestry Research Institute – NAFRI (Laos), PhilRice (Filipina), dan International Rice Research Institute – IRRI (Filipina) sebagai organisasi-organisasi yang berpartisipasi.

Sebagai upaya untuk melakukan persiapan dan koordinasi antar negara partisipan, maka diselenggarakan workshop internasioanl mengenai Co-development and Transfer of Rice Technologies. Workshop diselenggarakan dengan tujuan untuk (1) membahas persiapan untuk pelaksanaan komponen proyek BSF pada co-development and transfer of rice technology, khususnya peran lembaga mitra, kegiatan proyek dan pengaturan hukum untuk transfer teknologi dan materi SDG, (2) mengambil alih proyek BSF sebagai katalis untuk operasionalisasi lanjut platform untuk co-development and transfer technology, guna memenuhi mitra potensial tambahan dan untuk mengarusutamakan pekerjaan ke dalam mekanisme dan proses traktat ITPGRFA, seperti Sistem Informasi Global, multilateral sistem (MLS), akses dan pembagian keuntungan (access and benefit-sharing – ABS) dan pemanfaatan dana pembagian keuntungan (benefit sharing fund – BSF).

wshop03
Presentasi status pengelolaan dan pemanfaatan SDG padi oleh Dr. Kayode Sanni (AATF – Kenya)(kiri) dan Dr. Chanthakhone Boualaphanh (NAFRI – Laos)(kanan).

Workshop diikuti oleh institusi-institusi partner dalam proyek BSF seperti IAARD, MARDI, PhilRice, NAFRI dan IRRI. Selain itu, beberapa partner baru juga diundang dan hadir dalam workshop tersebut, seperti African Agriculture Technology Foundation – AATF (Kenya), Italy, dan Chinese Academy of Agricultural Sciences – CAAS (Cina). Selain presentasi country report mengenai status pengelolaan SDG padi dari institusi-institusi partner, disampaikan pula materi dari beberapa nara sumber dari institusi partner maupun partner baru, yaitu:

  1. The BSF project co-development and transfer of rice technologies ( Karden Mulya – IAARD).
  2. Rice Breeding program and exchanges of rice genetic resources in Africa (Kayode Sanni – AATF).
  3. Country report of Indonesia (Dwinita Wikan Utami – IAARD).
  4. Country report of Lao PDR (Chanthakhone Boulaphanh – NAFRI).
  5. Country report of Phillippines (Marilyn C. Ferrer – PhilRice).
  6. The Platform activities and web portal (Muhamad Sabran / Hakim Kurniawan – IAARD).
  7. Treaty developments of relevance to the Platform (Daniele Manzella – ITPGRFA Secretariat).
instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google