Miraculin, Protein yang Bikin Manis

Fungsi protein dikarakterkan pada bentuknya. Bentuk protein yang berbeda memiliki fungsi yang berbeda. Struktur protein ini dikode oleh gene dalam sel. Protein tersusun atas asam amino dengan satu asam amino dikode oleh tiga basa atau yang disebut dengan kodon. Perubahan pada urutan basa DNA dapat menyebabkan terjadinya perubahan struktur protein. Karakter inilah yang dimanfaatkan dalam bidang rekayasa genetika untuk mengubah bentuk protein (menjadi tidak aktif atau memiliki fungsi yang berbeda) dengan mengubah (ataupun menambah/mengurangi) urutan DNA. Teknik ini digunakan dalam pembuatan tanaman transgenik yang memiliki tambahan/kehilangan suatu fenotip, seperti lebih padi yang lebih tahan terhadap kekeringan. Karakter protein pada bentuknya juga dimanfaatkan dalam ilmu kedokteran dalam pembuatan obat-obatan melalui interaksi molekul dan target (atau reseptor). Dengan memperhatikan struktur beberapa molekul sitokin (cytokines) yang menyebabkan peradangan pada tubuh, obat dapat didesain agar ia dapat berikatan dengan target. Ikatan antara obat dan target ini menghambat interaksi sitokin dan reseptornya, sehingga menghambat peradangan.
miraculin
Buah berry ‘miracle fruits’ (Synsepalum dulcificum) dan struktur kristalografi dimeric miraculin (kanan atas). (Foto: https://miraburst.com & https://en.wikipedia.org/wiki/Miraculin).
Pemanfaatan struktur molekul ini juga terjadi pada pembuatan tanaman tomat yang mengandung miraculin. Miraculin berasal dari tanaman buah berry ‘miracle fruit’ Synsepalum dulcificum. Miraculin memiliki keunggulan dalam merubah rasa asam menjadi rasa manis. Sehingga penambahan miraculin pada buah yang biasa dikonsumsi dapat mengurangi konsumsi gula. Rasa manis saat memakan atau meminum sesuatu yang mengandung gula terjadi karena molekul gula tersebut berikatan dengan reseptor untuk rasa manis pada lidah kita dan selanjutnya menginduksi rasa manis hingga ke pikiran kita. Miraculin ternyata juga berikatan dengan reseptor rasa manis pada lidah. Namun, molekul miraculin tidak langsung menginduksi rasa manis. Molekul ini hanya teraktifasi pada lingkungan asam. Artinya, setelah seseorang mengkonsumsi miraculin, dia tidak akan merasakan sensasi manis, namun bila dia memakan mangga yang asam, maka mangga tersebut akan terasa manis. Penambahan gen miraculin pada tanaman tomat melalui teknik rekayasa genetika membuat tanaman ini memproduksi miraculin yang dapat mengganti/mengurangi konsumsi gula. Pustaka lanjutan: 1. Berg J.M., Tymoczko J. L., Stryer L (2002). Biochemistry. 5th ed. Chapter 3. Protein Structure and Function 2. Hiwasa-Tanase K, Hirai T, Kato K, Duhita N, Ezura H (2012). From miracle fruit to transgenic tomato: mass production of the taste-modifying protein miraculin in transgenic plants. Plant Cell Rep. 31: 513-525.
instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google