Mengenal Tanaman Transgenik (Bagian 4)

Keamanan Tanaman Transgenik

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pelepasan produk rekayasa genetik harus mengikuti  pedoman mengenai tanaman transgenik di dunia termasuk juga di Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah. Kajian teknis yang dilakukan begitu menyeluruh menyangkut aspek lingkungan dan manusia serta makhluk hidup lainnya. Dengan regulasi yang ketat terhadap tanaman transgenik, diharapkan bahwa produk teknologi ini aman secara lingkungan dan bagi kesehatan manusia dan ternak.

Pada tahun 2016, The National Academic of Science, Amerika Serikat, yang merupakan salah satu lembaga non-profit dan non-pemerintahanutama penelitian,telah menerbitkan sebuah buku setebal 606 halaman dengan judul Genetically Engineered Crops: Experiences and Prospects. Buku ini memberikan penjelasan secara detail mengenai studi ilmiah yang dilakukan terhadap tanaman transgenik dengan mengamati keunggulan produk rekayasa genetik yang sudah dilepas dan kemungkinan adanya dampak negatif yang ditimbulkan.

Keamanan produk tanaman transgenik dievaluasi melalui data penyakit yang diderita oleh penduduk yang mengkonsumsi produk ini mulai dari pertengahan tahun 1990-an (Amerika Serikat dan Kanada) dengan penduduk yang tidak mengkonsumsi produk transgenik (Inggris dan beberapa negara Eropa Barat)selama keberadaannya sekitar 20 tahun. Dari evaluasi tersebut, disimpulkan bahwa tidak terdapat tren peningkatan penyakit secara khusus di kedua negara pengkonsumsi produk transgenik dari sejak produk itu dikenalkan. Selain itu, nilai nutrisi pada produk tanaman transgenik dan kemungkinan dampak yang ditimbulkan oleh tanaman transgenik terhadap lingkungan maupun ekosistem di sekitarnya juga menjadi perhatian. Kesimpulan yang disampaikan juga menunjukkan tidak adanya perbedaan yang nyata antara produk transgenik dan non-transgenik.

Evaluasi yang dilakukan pada tanaman transgenik terhadap keamanan manusia, hewan maupun lingkungan sekitarnya sangatlah menyeluruh karena selain dilakukan oleh lebih dari 50 orang ilmuwan, peneliti, ahli di bidang pertanian dan industri, keahlian yang mereka miliki mencakupberbagai disiplin ilmu mulai dari jasad renik, biologi molekuler sampai dengan ekonomi. Evaluasi dilakukan dengan mempelajari lebih dari 900 studi dan data yang dikumpulkan dari saat tanaman transgenik dikenalkan (sekitar 20 tahun yang lalu). Evaluasi ini merupakan salah satu contoh bentuk perhatian peneliti terhadap manusia dan lingkungannya. Kegiatan ini merupakan kegiatan tingkat internasional dan sebenarnya masih banyak lagi kegiatan serupa yang dikerjakan pada level nasional termasuk di Indonesia untuk menghindari kemungkinan dampak negatif dari PRG bagi lingkungan dan kesehatan (TH).
instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google