Arah dan Prioritas Penelitian dan Pengembangan Padi

Padi merupakan komoditas utama pertanian di negara kita, sehingga berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan telah, sedang dan akan terus dilakukan untuk mendukung kemandirian produksinya. Berbagai tantangan dan kendala dalam penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, memberikan palajaran untuk ke depannya dapat dilakukan dengan lebih baik lagi. Tantangan, arah dan prioritas pengembangan padi sawah, gogo dan rawa lebak dibahas dalam pertemuan seminar kajian komoditas padi di BB Biogen pada tanggal 26 September 2017.

Pertemuan dibuka oleh Ka BB Biogen dengan memaparkan permasalah padi di Indonesia yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian padi di BB Biogen. Tiga permasalah utama yang disampaikan adalah perubahan iklim termasuk kekeringan dan genangan, mahalnya tenaga kerja di sektor pertanian serta serangan hama penyakit termasuk hama wereng. Tentunya, dalam membantu menyelesaikan permasalah padi, BB Biogen memerlukan kerja sama dengan pihak-pihak lain, baik institusi pemerintahan maupun lembaga pendidikan. Pada pertemuan seminar tersebut juga dihadiri oleh beberapa nara sumber dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Padi, Balai Penelitian Tanaman Lahan Rawa, Pusat Studi Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian dan Universitas Padjadjaran.

Pembahasan dalam seminar tersebut dikelompokkan menjadi tiga topik terkait padi sawah, padi gogo dan padi rawa. Sebagai pemrasaran dalam seminar kajian komoditas tersebut yaitu Dr. M. Yunus, dan Dr. Iswari D. Saraswati dan Dr. Dwinita Wikan Utami masing-masing untuk komoditas padi sawah, padi gogo dan padi rawa.

Tren keragaman padi nasional menunjukkan adanya peningkatan luas panen, produksi dan produktivitas padi. Namun demikian, adanya peningkatan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan padi juga ikut naik. Dalam strategi operasional pembangunan pangan, BB Biogen terlibat dalam program intensifikasi seperti perakitan varietas dengan bantuan bioteknologi untuk mengatasi masalah-masalah biotik maupun abiotik serta tersedianya plasma nutfah padi yang memiliki karakter unggul.

Beberapa kegiatan yang diusulkan antara lain perakitan varietas unggul untuk ketiga jenis padi yang dibahas yang memiliki karakter antara lain daya hasil tinggi, tahan penyakit blas, tahan wereng batang coklat, efisien penggunaan nitrogen, toleran kekeringan, toleran keracunan Al dan defisiensi P, toleran suhu rendah, umur genjah serta mutu beras yang baik. Selain itu, diusulkan juga pengembangan sistem seleksi phenotyping dan genotyping, pengembangan teknologi tanah lahan rawa serta optimasi hasil penelitian untuk pengembangan padi rawa melalui kajian aspek sosial ekonomi. Pada sesi diskusi, ditekankan agar peneliti lebih fokus terhadap permasalahan yang betul-betul sedang dihadapi petani terutama masalah produksi dan aspek sosial ekonominya. Pemilihan lokasi uji juga perlu diperhatikan agar tidak salah sasaran. Selain itu, penelitian juga harus sesuai dengan tupoksi masing-masing institusi agar tidak terjadi tumpang tindih yang dapat mengakibatkan terbuangnya biaya dan waktu, serta penelitian harus bisa diadaptasikan/dimanfaatkan oleh petani untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat.

Dari pertemuan seminar tersebut, nantinya diharapkan dapat dihasilkan rumusan rencana strategis arah dan prioritas penelitian dan pengembangan padi ke depan.

Arahan dari Kepala BB Biogen Ir. Mastur, M.Agr., Ph.D. (kanan)
Para peserta seminar kajian komoditas padi.
Penyampaian materi oleh Dr. M. Yunus, yang menyampaikan pemaparan mengenai Litbang padi sawah.
wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink satışı hacklink satış deface mirror wso shell