Perkembangan Penelitian Padi di IRRI, Filippina

Teknologi targeted genome editing merupakan salah satu teknik rekayasa genetik yang saat ini dikembangkan di Pusat Penelitian Padi Internasional (International Rice Research Institute – IRRI) di Los Banos, Filipina untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan padi. Targeted genome editing telah diklaim lebih cepat, lebih murah serta lebih akurat dibandingkan dengan teknik editing DNA sebelumnya, dan yang tidak kalah pentingnya teknologi ini memiliki potensi aplikasi yang lebih luas untuk dikembangkan lebih lanjut di masa mendatang.

Demikian disampaikan oleh Dr. Inez H. Slamet-Loedin pada pertemuan seminar dengan peneliti BB Biogen tanggal 22 September 2017. Dr. Inez adalah peneliti senior padi di Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LIPI-Cibinong, dan sekaligus shuttle scientist untuk penelitian padi di IRRI, Los Banos Filipina.

Tool dasar  dari teknologi targeted genome editing adalah CRISPR-Cas9 (protein bakteri CRISPR-yang berasosiasi dengan-9 nuclease (Cas9) yang diisolasi dari bakteri Streptococcus pyogenes). Sistem CRISPR-Cas9 terdiri dari dua molekul kunci yang mengintroduksi perubahan (mutasi) pada DNA genom. Molekul tersebut adalah enzim yang disebut Cas9. Enzim ini bertindak sebagai sepasang ‘gunting molekuler’ yang bisa memotong dua untai DNA di lokasi tertentu dalam genom, sehingga potongan DNA kemudian dapat ditambahkan atau dilepaskan. Molekul lainnya adalah sepotong RNA yang disebut RNA pemandu (gRNA). Terdiri dari sepotong kecil urutan RNA yang dirancang sebelumnya (panjang sekitar 20 basa) yang terletak di dalam perataan RNA yang lebih panjang. Bagian perancah mengikat DNA dan rangkaian ‘panduan’ yang dirancang sebelumnya ke bagian genom yang ditargetkan secara tepat. Ini memastikan bahwa enzim Cas9 memotong pada titik yang tepat dalam genom.

Lebih lanjut diuraikan bahwa teknologi targeted genome editing tersebut telah berhasil diterapkan untuk mengintegrasikan gen yang berasosiasi dengan CRISPR/CAS9 secara multiple knock-out untuk sifat ketahanan terhadap patogen hawar bakteri. Target multiple knock out dari promoter sweet gene telah berhasil di lakukan pada padi Ciherang dan IR64. Sementara itu, untuk sifat ketahanan terhadap RSTV (rice tungro spherical virus) juga telah berhasil dilakukan dengan target knock out.

Teknologi genome editing tersebut juga diimplementasi untuk perakitan padi transgenik (genetically modified) serta untuk biofortifikasi, khususnya terkait dengan defisiensi iron (Fe) dan zinc (Zn). Fortifikasi terhadap unsur mikro tersebut diperlukan karena dari hasil analisis terhadap varietas-varietas toleran Fe dan Zn yang ada, diketahui kandungan mineral target tersebut masih belum mencukupi. Dari sebanyak 18.00 entri varietas padi populer yang dianalisis, diketahui kandungan Fe sebesar 2-3ppm (target kebutuhan sebesar 13ppm) dan Zn sebesar 15-16ppm (target kebutuhan sebesar 28ppm).

Dr. Inez H. Slamet-Loedin (kanan) saat mempresentasikan kegiatan penelitian padi di IRRI.
Suasana seminar saat penyampaian materi dan diskusi.
Suasana seminar saat penyampaian materi dan diskusi.
wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink satışı hacklink satış deface mirror wso shell