Hilirisasi Produk BB Biogen dan Pendampingan Kegiatan Pengelolaan SDG di Provinsi Kalimantan Timur

Saat ini nilai sumber daya genetik (SDG) lokal sudah dirasakan sangat penting dan berguna. Hal tersebut memiliki arti strategis bagi daerah dan dapat menjadi ikon (lambang) suatu daerah tersebut. Apalagi Indonesia mempunyai sebutan nama sebagai megabiodiversity ke dua dunia. Negara melalui Pemerintah Pusat dan Daerah memberikan perlindungan potensi kekayaan alam dan sumber daya genetik yang berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini apresiasi Pemerintah Daerah dalam melindungi dan menyejahterakan masyarakat terhadap sumber daya genetik lokal dilakukan melalui upaya optimalisasi produk lokal yang termanfaatkan secara ekonomi dan pemeliharaan (konservasi) tanaman lokal.
Penguatan nilai konservasi dan pendampingan tersebut dilakukan dalam acara Diskusi Konservasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik secara Berkelanjutan bagi Pembangunan Pertanian dengan pemrasaran Ir. Mastur, M.Agr., Ph.D, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembanngan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Bogor. Acara berlangsung pada tanggal 5 September 2017, bertempat di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda. Diskusi langsung dengan dipandu oleh Kepala BPTP Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Muhammad Amin, M.Si.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pertanian Kota Samarinda, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kertanegara, Balai Pengujian dan Sertifikasi Benih (BPSB) Kaltimantan Timur, Komisi Daerah (Komda) SDG Provinsi Kalimantan Timur, dan peneliti penyuluh lingkup BPTP Provinsi Kalimantan Timur. Diskusi tersebut telah menghantarkan beberapa poin yang perlu ditindaklanjuti antara lain penetapan Komoditas Pangan Unggulan. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu: identifikasi komoditas tanaman pangan lokal (misalnya padi gogo, buah Lai), pilih yang memiliki keunggulan produktivitas dan ketahanan abiotik/biotik, laporkan ke intansi terkait (Dinas Ketahanan Pangan, pertanian, BPTP, Balai Komoditas dan BB Biogen), dan adanya dukungan pendaftaran, diikuti pelepasan dan atau Indikasi Geografis (jika ada kearifan lokal terkait).
Dengan upaya penguatan konservasi dan pendampingan proses penetapan komoditas pangan unggulan tersebut, maka telah dimulaiupaya penyelamatan dan perlindungan tanaman lokal setempat. Partisipasi dan kerjasama semua pihak akan terus dilakukan dalam menghasilkan komoditas unggulan yang berkualitas dan mencukupi kebutuhan suatu produk bagi konsumen.

Presentasi konservasi dan pemanfaatan SDG oleh Ir. Mastur, M.Agr., Ph.D, Kepala BB Biogen (kanan) dan moderator oleh Kepala BPTP Provinsi Kalimantan Timur, Dr. M. Amin, MSi (kiri)
Suasana diskusi yang dihadiri oleh berbagai instansi yaitu Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kertanegara, Komda SDG, dan peneliti penyuluh BPTP Provinsi Kalimantan Timur.
Suasana diskusi yang dihadiri oleh berbagai instansi yaitu Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kertanegara, Komda SDG, dan peneliti penyuluh BPTP Provinsi Kalimantan Timur.
Suasana diskusi yang dihadiri oleh berbagai instansi yaitu Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kertanegara, Komda SDG, dan peneliti penyuluh BPTP Provinsi Kalimantan Timur.
Buah Lai (sejenis durian) akan didaftarkan sebagai salah satu komoditas unggulan Provinsi Kalimantan Timur.