Strategi Pemuliaan untuk Mempercepat Perolehan Varietas Unggul Baru

Penyediaan varietas unggul merupakan dasar bagi peningkatan daya saing dengan memperhatikan kebutuhan konsumen, distributor, produsen lapang / petani dan sistem budidayanya. Kebutuhan konsumen akan sangat menentukan arah kegiatan pemuliaan yang akan dilakukan. Dan tidak kalah pentingnya adalah penyediaan paket teknologi yang menyertai penggunaan varietas unggul tertentu, untuk mencapai hasil yang diinginkan. Varietas unggul, terutama untuk beberapa komoditas hortikultura seringkali tidak menunjukkan karakteristik sebagaimana yang diharapkan tanpa disertai dengan paket teknologi spesifik untuk varietas yang bersangkutan.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Muhamad Syukur, S.P., M.Si. pada pertemuan seminar peneliti di BB Biogen pada tanggal 26 Septemer 2017. Muhamad Syukur adalah staf pengajar pada Program Studi Pemuliaan Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikutura, Institut Pertanian Bogor. Seminar tersebut dihadiri oleh para peneliti dari BB Biogen, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, serta peneliti dari beberapa intitusi lainnya.

Lebih lanjut diuraikan bahwa kegiatan pemuliaan tanaman biasanya membutuh waktu 5-10 tahun (atau bahkan lebih), dengan melalui tahapan-tahapan utama sebagai berikut: koleksi, seleksi, hibridisasi/perluasan keragaman, sekeksi, evauasi dan pelepasan. Beberapa varietas lokal bisa langsung dilepas tanpa melalui tahapan-tahapan berikutnya. Namun demikian, peraturan baru dalam pelepasan varietas mensyaratkan adanya minimal satu karakter baru hasil modifikasi genetik. Seleksi menentukan idiotipe dari varietas yang akan dirakit. Pemilihan tetua sangat penting, perlu diperhatikan keberadaan karakter-karakter unggul yang akan menjadi target. Seleksi tergantung pada karakteristik suatu kelompok tanaman, apakah menyerbuk sendiri, silang, internediate atau memperbanyak secara vegetatif. Evaluasi meliputi uji daya hasil awal, uji daya hasil lanjutan dan uji multi lokasi. Dalam evaluasi perlu adanya varietas pembanding (varietas unggul nasional), untuk melihat keunggulan varietas yang akan dirakit dibandingkan dengan varietas yang sudah ada. Pelepasan dapat dilakukan apabila minimal ada satu keunggulan (bukan keunikan, kerana keunikan masuk ke dalam rezim perlindungan varietas tanaman / PVT) baru dibandingkan dengan varietas yang sudah ada.

Presentasi materi oleh Prof. Dr. Muhamad Syukur, S.P., M.Si.
Para peserta seminar.

Beberapa faktor penting dalam kegiatan pemuliaan adalah: bahan baku (SDG), tenaga pemulia yang handal, teknologi yanng tersedia, fasilitas pendukung serta produksi dan pemasaran. Dengan demikian strategi percepatan hasil harus dilakukan melalui optimalisasi pada semua tahapan tersebut.

Selanjutnya Muhamad Syukur berbagi pengalaman mengenai seluk-beluk kegiatan pemuliaan untuk merakit berbagai varietas hortikultura yang telah dilakukannya selama ini.