Molecular training on: Co-development and transfer of rice technologies

Penanda molekular telah cukup lama dikenal dan diterapkan untuk penelitian, terutama pada sekelompok komoditas utama tanaman. Padi sebagai sumber makanan pokok bagi sekitar 90% populasi dunia, telah dieksplorasi dengan baik dan dipelajari di seluruh komunitas ilmiah. Masih banyak hal yang harus dipelajari dan ditemukan dalam hal teknik molekuler pada komoditas ini. Berbagai negara telah melakukan upaya penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan varietas padi terbaik bagi peningkatan hasil dan menghadapi isu perubahan iklim global.
Salah satu tujuan yangakan dicapai dalam proyek kegiatan kerjasama adalah: melakukan karakterisasi molekular terhadap varietas terpilih, mendeteksi gen yang ditargetkan, dan melakukan resequencing genom varietas terpilih. DNA fingerprints dan resequencing genom akan dikoordinasikan oleh Indonesia, sementara deteksi gen yang ditargetkan akan dilakukan oleh negara anggota. Gen yang ditargetkan bergantung pada minat masing-masing negara anggota dan anggaran yang tersedia. Masing-masing negara anggota memilih 1-2 varietas lokal untuk penelitian analisis resequencing genome. Resequencing genom akan dilakukan oleh pihak ketiga. Data resequensing genom yang dihasilkan akan dipertukarkan diantara negara anggota.
Dalam rangka membekali serta meningkatkan kapasitas pengetahuan dan ketrampilan sumber daya manusia diantara negara anggota dalam melakukan analisis molekular, maka telah dilakukan kegiatan pelatihan Molecular Training on Co-development and Transfer of Rice technologies. Kegiatan training berlangsung pada tanggal 9-10 Oktober 2017 di Lembaga Penelitian Padi Filipina (Philippines Rice Research Institute – PhilRice) Maligaya, Science City of Muñoz, Nueva Ecija, Filipina. Para peserta adalah partisipan dari masing-masing negara anggota yaitu: Indonesia, Malaysia, Lao-PDR dan Filipina.

Presentasi materi oleh nara sumber: Dr. Jonathan Niones (Head, Genetic Resources Division – PhilRice, Philippines) (kiri) dan Thelma F. Padolina (Senior Research Fellow, Plan Breeding Division – PhilRice, Philippines) (kanan).
Presentasi materi oleh nara sumber: Verna G. Dalusong (Senior SRS, Crop Biotechnology Center – Philippines) (kiri) dan Hakim Kurniawan (Researcher/genebank curator/database manager) – ICABIOGRAD-IAARD, Indonesia) (kanan).
Kunjungan ke laboratorium
Praktek laboratorium teknik isolasi dan analisis DNA.
Selain materi pengajaran (lecture) oleh nara sumber yang yang ahli di bidangnya, kegiatan training ini juga dilengkapi dengan kegiatan praktik di laboratorium. Beberapa nara sumber yang menyampaikan materi dalam kegiatan training ini adalah:
  1. Dr. Jonathan Niones (Head, Genetic Resources Division – PhilRice, Philippines): Drought screening of traditional rice varieties using Line Source Sprinkler (LSS) and Root-Box system.
  2. Thelma F. Padolina (Senior Research Fellow, Plan Breeding Division – PhilRice, Philippines): Participatory breeding and varietal selection.
  3. Verna G. Dalusong (Senior SRS, Crop Biotechnology Center – Philippines): How to establish proprietary and ownership in rice through DNA fingerprint.
  4. Hakim Kurniawan (Researcher/genebank curator/database manager) – ICABIOGRAD-IAARD, Indonesia): Data management and application on Digital Object Identifier (DOI) for rice germplasm.
  5. Teodora E. Mananghaya, SRS – PhilRice, Philippines: Laboratory lecture and demonstration on molecular DNA technique.
instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google