Indonesia Ekspor 710 Ton Benih Kangkung ke Thailand

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, melepas ekspor perdana benih kangkung ke Thailand di kantor PT East West Seed Indonesia (Ewindo), Desa Benteng, Kecamatan Cempaka, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (21/12/2017). Volume ekspor sebanyak 710 ton. “Ewindo sekarang 27 tahun. Ini sudah matang. Jadi, enggak salah, kalau sudah sampai puncak. Kami harap, lebih banyak jenisnya. Tadi kita lihat ada kacang panjang, timun, ke depan lebih banyak,” ujar Spudnik dalam sambutannya, beberapa saat lalu. Dia menambahkan, pemerintah tak bisa bekerja sendirian dalam mengembangkan dan membangkitkan sektor pertanian. Butuh keterlibatan semua pihak terkait. “Pembangunan tidak bisa cuma menteri dan Dirjen Hortikultura saja, harus sinergi. Semua lapisan punya share tanggung jawab,” katanya.

Karenanya, eks Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Kementan itu senang dengan pola jaringan yang dibangun Ewindo. Sebab, melibatkan petani penangkar benih dalam usahanya atau disebutnya inklusif bisnis (IB). “Yang dikembangkan Ewindo ini, membangun jejaring di lapangan untuk mengangkat petani-petani skala kecil, petani berpenghasilan rendah,” beber Spudnik. Dia berharap industri lain meniru langkah Ewindo dan pemerintah siap mendukungnya melalui APBN untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Apalagi, korporasi tersebut juga membuat kaderisasi pemulia tanaman dari generasi muda melalui Ewindo Academy. “Sehingga, yang diinginkan Nawacita Pak Jokowi bisa tercapai,” imbuh peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya itu.

Pada kesempatan sama, Managing Director Ewindo, Glenn Pardede, menerangkan, pihaknya melibatkan lebih dari 1.000 petani penangkar untuk mengekspor 710 ton benih kangkung. “Itu kira-kira dari sekitar 700 hektare. Kalau 1 hektare dua petani, berarti ada 1.400 ha 2 petani, berada 1.400 petani,” ungkapnya. Dia menambahkan, tingginya volume ekspor yang dikirim bertahap hingga Maret 2018 tersebut tak lepas dari kondisi geografis Indonesia dan perubahan iklim. Thailand dilanda banjir akibat perubahan iklim, sehingga mengalami gagal panen benih kangkung.
“Ini Thailand banjir, di sana enggak ada benih. Makanya, permintaan besar. Tapi, dengan perubahan iklim ini, kita diuntungkan. Iklim Sulawesi dengan Jawa saja berbeda. Jadi, kita manfaatkan,” urainya. Sementara itu, Hasan Zunaidi, petani kangkung dan sayuran Desa Pucung, Kecamatan Panggang, Gresik, Jawa Timur, mengungkapkan, senang bermitra dengan Ewindo. “Saya sebagai orang kecil, senang sekali bisa ekspor,” akunya.

Apalagi, imbuh Hasan yang tengah melanjutkan studi S-1 di Gresik, Ewindo memberikan semuanya, baik transfer teknologi maupun sarana prasarana pertanian. Namun, dirinya belum puas dengan kemitraan yang telah terbangun. “Terus terang, kita masih belum puas yang diberikan. Jadi saya mohon, sekali lagi diperjuangkan petani Indonesia, supaya lebih mandiri dan makmur lagi,” tandasnya.

Sumber berita:
Rilis.id
wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink satışı hacklink satış deface mirror wso shell