Lombok Barat dan Lombok Timur Panen

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi penghasil beras utama di Indonesia setelah Sulawesi Selatan. Surplus beras NTB yang disumbangkan Pulau Lombok dan Sumbawa dikirim ke beberapa daerah terutama ke provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada saat ini, petani di beberapa daerah sedang panen terutama yang memiliki indeks pertanaman (IP) 300.

Daerah yang memiliki IP 300 di Kabupaten Lombok Barat adalah Kecamatan Narmada dan Labuapi. Di Narmada, panen dilaporkan di desa Sembung, Badrain, dan Merembu. Sementara itu di Labuapi panen di desa Bengkel dan Bagek Polak. Petani daerah ini sebagian telah mengadopsi varietas unggul yang diperkenalkan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi NTB, yaitu Inpari 30 dan Inpari 32, sementara di daerah lainnya masih mempertahankan Ciliwung. Produktivitas padi menurut informasi yang dikumpulkan pengkaji BPTP NTB, berkisar antara 5 hingga 7.2 ton/ha, dengan harga gabah saat panen Rp 4.700-4.900/kg

Selain Kabupaten Lombok Barat, panen juga terjadi di Lombok Timur seperti di desa Kumbang Kecamatan Masbagik. Di desa ini areal panen pada luasan 19,2 ha menggunakan varietas Cilosari dengan produktivitas 6.5 ton/ha. Petani daerah ini menyukai varietas Cilosari. Panen masih akan terjadi juga di beberapa daerah lainnya. Dengan baiknya produktivitas dan harga diharapkan petani dapat menikmati pendapatan yang tinggi.

Panen padi di Desa Merembu, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.