Panen di Kota Salatiga Ikut Memperkuat Stok Pangan

Seperti pada umumnya konotasi kita tentang kota adalah daerah yang banyak diisi dengan bangunan dan aspal jalan. Bayangan tersebut terkadang ada benarnya namun tidak untuk Kota Salatiga dan beberapa Kota lain di Jawa Tengah. Pada musim seperti ini yang dahulu pemerintah impor beras karena stok berkurang akibat panen terbatas, kini berubah total. Kebijakan Kementan melaksanakan Upaya Khusus (Upsus) didukung kebijakan pangan lainnya, telah merubah kebiasaan impor sebelumnya menjadi tanpa impor sama sekali.

Tidak adanya impor bukanlah tanpa dasar yang kuat. Hari-hari ini sejak Desember lalu, panen padi terjadi dimana-mana. Bahkan Kota seperti Salatiga juga ikut berkontribusi pada swasembada pangen dengan panen pada musim seperti ini. Beberapa lokasi yang diamati panen terjadi setidaknya daerah Kalibening, Tingkir maupun Kauman Kidul dan Pulutan, Sidorejo. Panen di Pulutan sekitar 5 ha. Sawah pada daerah Pulutan ini merupakan bagian dari hamparan luas sekitar 100 ha, yang mana sebagian termasuk wilayah Kabupaten Semarang.

Dalam budidaya padi, petani Salatiga perlu terus dibina dan diberi dukungan agar dapat menerapkan teknologi budidaya terbaik. Cara tanaman yang dijumpai masih dilakukan tanpa menggunakan jajar legowo. Beberapa Varietas Unggul Lokal seperti IR 64 masih ditanam di beberapa lokasi seperti Desa Kalibening, Tingkir. Namun petani Desa Pulutan menanam Varietas Unggul Lokal sepeti Pandan Wangi dan Umbul.

Penanaman Varietas Unggul Lokal seperti di Desa Pulutan tersebut juga dijumpai di Kabupaten Semarang. Meski umurnya panjang, namun karena rasa nasinya disukai, varietas ini masih ada yang menanam.

Sumber berita:
http://www.swadayaonline.com