Padi Hasil Pemuliaan Marka Molekular Mulai Menyebar

Inpari Blas dan Inpari 40 adalah varietas unggul padi hasil pemuliaan berbasis molekular. Menurut Dr Dwinita W. U., salah seorang pemulianya dari BB Biogen, Inpari Blas memiliki keunggulan tahan penyakit blas dan tungro, agak tahan hama wereng batang coklat (WBC), potensi hasil 9,03 ton/ha, tekstur nasi pulen, sedangkan Inpari 40 adalah padi yang cocok ditanam pada lahan irigasi teknis maupun pengairan terbatas dengan potensi hasil 9,6 ton/ha.

Kedua varietas ini telah ditanam dan berkembang di beberapa daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Hasil evaluasi demfarm di Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, melalui kerjasama dengan Pemda setempat, BPTP Kaltim, PT. Pupuk Kaltim, dan PT. Kayaku membuktikan bahwa Inpari 40 mampu mendongkrak produksi padi dua kali lipat dan dari hasil analisis usaha tani menunjukkan peningkatan pendapatan petani sebesar 58%.

Saat ini sedang dilakukan produksi benih Inpari 40 seluas 10,3 ha di 6 kecamatan, 7 desa dengan dikelola oleh 7 kelompok tani. Panen telah dilakukan di 4 kecamatan (Sebulu, Anggana, Tenggarong dan Tenggarong Seberang) dengan luasan 6 ha dengan produktivitas 6,1 t/ha.

Inpari Blas dan Inpari 40 juga telah dikembangkan oleh Distan Kab. Garut, Jawa Barat di 3 kecamatan, yaitu di Pelitaasih dan Selaawi, dan kecamatan Leuwigoong. Hasil analisis usaha tani menunjukkan peningkatan pendapatan petani sebesar 67%. Pengembangan kedua varietas pilihan baru bagi para petani. Apabila memberikan keuntungan diharapkan pengembangannya berlanjut dan meluas.
wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink satışı hacklink satış deface mirror wso shell