Kementan Apresiasi Pelisensi Benih Jagung Hibrida

Jakarta – Pada tahun 2017, sebanyak 24 produsen benih jagung hibrida hasil kerja sama lisensi, Balitbangtan menargetkan produksi benih sebar (F1) sebanyak 10.554 ton atau 63% dari kebutuhan 16.785 ton. Pada akhir 2017, sebanyak 24 produsen telah berkontribusi pada program bantuan benih bersubsidi ini. Realisasi produksi benih sebar (F1) jagung hibrida Balitbangtan oleh 24 produsen mitra ini sebanyak 10.872 ton atau 103,01% dari target sebanyak 10.554 ton.

Kepala Balitserealia, Dr. Muhammad Azrai menjelaskan bahwa sebanyak 16 produsen berhasil memenuhi target produksi 100% atau lebih. Kontribusi tertinggi dicapai oleh dua BUMN yaitu PT. SHS dan PT. Pertani masing-masing 1.815 dan 1.519 ton atau 118,59% dan 104,16% dari target. Kontribusi tertinggi berikutnya dicapai oleh dua produsen yaitu PT. Srijaya Internasional dan PB Oriza Sativa masing-masing 1.189 dan 1.093 ton atau 112,78% dan 610,61% dari target. Delapan produsen lainnya tidak berhasil memenuhi target produksi 100% dengan realisasi kontribusi terendah di bawah 10%.

Kepala Balitbangtan, Dr. Muhammad Syakir mengungkapkan bahwa realisasi produksi benih sebar (F1) jagung hibrida hasil inovasi Balitbangtan ini merupakan yang terbaik, dari upaya penyebarluasan penggunaan benih jagung anak bangsa.

Sebanyak 11 varietas telah diproduksi benihnya yaitu Bima 3, Bima 9, Bima 10, Bima 11, Bima 14, Bima 15, Bima 16, Bima 19 URI, Bima 20 URI, HJ 21, dan HJ 27. Varietas Bima 10 diproduksi oleh PT. SHS sebanyak 1.151 ton atau 241,82% dari target. Varietas Bima 20 URI diproduksi oleh PB Oriza Sativa sebanyak 990 ton atau 565,71% dari target. Varietas Bima 19 URI diproduksi oleh PT Pertani sebanyak 854 ton atau 736,47% dari target.

Bila digabung dari beberapa produsen, maka varietas Bima 20 URI diproduksi paling banyak yaitu oleh 16 produsen dengan sub total produksi benih 3.304 ton atau 79,51% dari target. Berikutnya yaitu Bima 10, HJ 21, dan Bima 19 URI dengan sub total produksi masing-masing sebanyak 1.391 ton, 1.323 ton, dan 1.104 ton. Total produksi benih dari keempat varietas tersebut yaitu 7.122 ton atau 65,51% dari total realisasi sebanyak 10.872 ton.

Sumber:

http://www.swadayaonline.com/artikel/1292/Kementan-Apresiasi-Pelisensi-Benih-Jagung-Hibrida/
instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google