Balitbangtan Terapkan Bioteknologi untuk Perkuat Agribisnis Anggrek

Indonesia memiliki kekayaan SDG luar biasa termasuk anggrek. Anggrek memiliki nilai estetika dan ekonomi tinggi sehingga banyak diminati mancanegara dan masyarakat metropolitan seperti Jabodetabek. Namun sayang kita belum memaksimalkan SDG anggrek  dengan dukungan teknologi serta agribisnis.

Karena itu, Balitbangtan melalui unit pelaksana teknis (UPT) Balitbangtan yakni Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) didukung Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) bertekad untuk mempercepat pengembangan anggrek varietas Balitbangtan. Sinergi tersebut ditandai dengan adanya kunjungan Balithi ke BB Biogen dan Rapat Sinergi Pusat Unggulan Iptek (PUI) pada Senin (9/7/2018).

Menurut Kepala Balithi Dr. Rudy Soehendi, pihaknya telah memperbanyak anggrek jenis Dendrobium dan Phalenopsis , sedangkan jenis Vanda , perlu dukungan BB Biogen untuk perbanyakannya.

“Salah satu kendala yang dialami adalah pertumbuhan Anggrek Vanda yang cukup lama. Namun nilainya relatif tinggi. Maka sebagai sesama lembaga yang berada di bawah Balitbangtan, berharap ada sinergitas antara Balithi dan BB Biogen dalam hal teknologi perbanyakan massalnya,” ujar Rudy.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BB Biogen, Mastur PhD menyatakan dukungannya kepada Balithi. Dengan memanfaatkan bioteknologi in vitro dan marka molekular, masalah dalam mikropropagasi anggrek untuk pelepasan varietas, penangkaran dan pengembangan diharapkan bisa teratasi. Bioteknologi juga dapat mendukung perakitan varietas unggul baru lebih baik dan lebih cepat.

Rapat Sinergi Pusat Unggulan Iptek (PUI) di BB Biogen.

Rancangan kegiatan antara BB Biogen dan Balithi nantinya adalah pengembangan sidik jari DNA Anggrek, mikropropagasi anggrek Vanada, konservasi sumber daya genetik tanaman hias secara in vitro, perakitan varietas, pengembangan dan community pot anggrek Dendrobium.

Ditargetkan kegiatan tersebut akan dimulai pada pertengahan Juli 2018 dengan adanya kunjungan balik dari Tim PUI BB Biogen ke Balithi di Cipanas, Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Melalui penguatan teknologi dan agribisnis aggrek, terutama di daerah Jabodetabek, diharapkan impor bibit angrek dapat ditekan. Seperti komoditas pertanian lainnya yang sudah ekspor, diharapkan penguatan teknologi dan agribisnis aggrek di kawasan perbatasan seperti Batam dapat berkontribusi pada ekspor.

Penulis: Andika Bakti dan Wawan, MSi

Editor: Mastur, PhD dan Dr. Rudy Soehendi