Program Bekerja Kementan Diyakini Mampu Mengurangi Angka Kemiskinan

Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang digagas oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman diyakini dapat mengurangi angka kemiskinan di sejumlah daerah. Karena melalui program tersebut, ribuan masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan dapat memperbaiki kondisi perekonomiannya secara mandiri dengan memanfaatkan bantuan dari pemerintah.

Hal tersebut terungkap saat Rapat Koordinasi Program Bekerja antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan tiga kabupaten yakni Kabupaten Majalengka, Sumedang, dan Kuningan di Aula Kantor Bupati Majalengka Jawa Barat pada Rabu (23/1/2019).

Menurut Bupati Majalengka yang diwakili Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Majalengka, Abdul Gani, angka kemiskinan di Majalengka saat ini mencapai 12 persen atau sekitar 150 ribu jiwa. Dengan adanya Program Bekerja, ia yakin angka tersebut bisa menurun.

“Saya kira dengan adanya program ini, angka kemiskinan di sini bisa menyentuh angka 10 persen, bahkan bisa lebih rendah lagi,” ujar pria yang sekaligus menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pertanian Majalengka tersebut.

Abdul Gani menambahkan, Program Bekerja akan mendorong masyarakat untuk berkegiatan, karena salah satu penyebab kemiskinan adalah minimnya kegiatan yang dimiliki masyarakat.

Hal senada disebutkan Bupati Kuningan yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kuningan, Dodi Nurochmatuddin. Menurutnya, Program Bekerja dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat kurang mampu.

“Memang tidak mudah untuk mengentaskan kemiskinan, tapi paling tidak dengan adanya perhatian dari pemerintah, masyarakat dapat mengonsumsi ayam dengan gratis dan meningkatkan gizi mereka,” kata Dodi.

Menurut Kepala BB Biogen, Mastur PhD yang menjadi penanggungjawab Program Bekerja di Kabupaten Majalengka, Sumedang dan Kuningan, Program Bekerja merupakan salah satu bentuk kepedulian Kementan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Melalui program ini, para petani diberi bantuan berupa 50 ekor ayam unggul, pakan, vaksin, obat, kandang serta pendampingan. Dalam proses pendistribusiannya, Kementan melibatkan unit pelaksanan teknis Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) serta pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait.

“Tentu kita harus menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah dalam mencapai tujuan ini. Pemerintah kabupaten adalah pihak yang paling mengenal kondisi masyarakatnya, sehingga dukungan mereka sangat dibutuhkan di sini,” ujar Mastur.

Untuk tahun ini, terdapat 6.178 kepala keluarga (KK) di Majalengka yang masuk dalam kategori rumah tangga miskin (RTM) dan mendapat bantuan melalui Program Bekerja, di Kuningan sebanyak 5.951 KK, dan Sumedang sebanyak 4.946 KK.

Penulis: Andika Bakti