Peserta Pelatihan dari Luar Negeri di BATAN Kunjungi Riset Bioteknologi Balitbangtan

BOGOR -Demi meningkatkan dan memperluas cakupan keilmuan mengenai Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bersama para peserta dari kegiatan “Kunjungan Regional Training Course on Improving The Resilience to Drought and Heat Stress” yang diadakan oleh Batan berkunjung ke BB Biogen.

Batan sebagai kolabolator dalam organisasi atom dunia (IAEA) atau International Atomic Energy Agency, rutin mengadakan training internasional dalam setahun bisa dua sampai tiga kali, dengan peserta training berasal dari wilayah Pasifik, Asia dan Afrika yaitu Negara Vanuatu, Fiji, Palau, Etiopia, Papua Nugini dan Indonesia. Biasanya dalam training ini Batan mengagendakan kunjungan lapang kepada para mitra Batan seperti BB Biogen dan Biotrop.

Training ini bertujuan untuk berbagi informasi antar negara peserta training dengan Batan dan para Institusi mitra Batan, training ini juga bertujuan untuk mengetahui informasi produk bioteknologi terkini, serta menjajaki peluang dibentuknya kerjasama penelitian terkait dengan aplikasi pemuliaan mutasi.

Batan dan para peserta training disambut langsung oleh Kepala Balai Besar Biogen Mastur saat berkunjung ke BB Biogen, Cimanggu-Bogor. “Saya sangat antusias dengan kedatangan Pihak dari Batan serta bapak ibu peserta training yang memang datang berkunjung ke BB Biogen ini untuk mendapatkan informasi terkini mengenai apa-apa saja yang sudah di hasilkan Biogen serta teknologi terkini yang dimiliki Biogen,” Ujar Mastur.

“Saya mengakui bahwa mutasi adalah teknik yang sangat powerful, selain mudah dan praktis varietas yang dihasilkan bisa lebih cepat. Dibantu dengan teknologi marka molekuler, upaya menghasilkan varietas bisa lebih dari cepat dan akurat,” tambahnya, Kamis (25/4/2019).

Suranto salah satu Peneliti dari Batan menuturkan, BB Biogen sebagai lembaga penelitian bioteknologi yang mengembangkan teknologi in vitro dan marka molekuler diharapkan dapat bekerjasama dengan batan membantu pemuliaan tanaman melalui mutasi, sehingga kedepannya dapat dihasilkan varietas-varietas yang lebih unggul dan presisi, kita berharap varietas-varietas tersebut dapat digunakan oleh masyarakat secara luas. Melalui training ini juga peserta dapat mempelajari mengenai konsep dan aplikasi pemuliaan mutasi yang didukung teknologi kuljar. Selain itu peserta diharapkan dapat membangun kolaborasi penelitian diantara mereka dan institusi-institusi penelitian di Indonesia”.

Peserta training pun antusias dengan kunjungan ke BB Biogen, banyak dari mereka bertanya berbagai hal tentang pemuliaan non konvensional, termasuk didalamnya juga mengenai peraturan dan perundangundangan produk rekayasa genetik (PRG) di Indonesia, baik transformasi maupun perkembangan genom editing, produk PRG, serta mereka sangat tertarik dengan hasil penelitian kultur in vitro di BB Biogen.

Salah satu Pakar dari (IAEA) Dr. P. Suprasanna perwakilan dari peserta training berharap dengan kunjungan ini dia dan para peserta dapat bertukar informasi, terutama mengenai pemuliaan mutasi dan teknik bioteknologi lainnya.

Penulis: M Zulfikar Editor: Mastur PhD