Pelatihan Internasional Implementasi Registrasi DOI untuk SDG-TPP

Digital Object Identifiers (DOI) telah banyak dikenal sebagai objek pengidentifikasi artikel dalam dunia publikasi. Sistem pengidentifikasi objek secara digital ini juga telah diadopsi oleh Scientific Advisory Committee (SAC) on the Global Information System (GLIS) untuk diterapkan dalam pengelolaan dan pertukaran Sumber Daya Genetik Tanaman untuk Pangan dan Pertanian (SDG-TPP), setelah melalui proses survey panjang yang dilakukan oleh Sekretariat International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (ITPGRFA-FAO) dengan melibatkan lebih 200 ahli terkait di seluruh dunia. Untuk implementasi uji coba, padi digunakan sebagai komoditas model. Namun demikian, dalam implementasi selanjutnya sistem DOI yang berstandar ISO 26324 tersebut dapat diterapkan untuk semua komoditas SDG-TPP.

Indonesia telah dipercaya sebagai koordinator untuk melakukan pengembangan piranti lunak (GLIS-Toolkit) dalam rangka mendukung implementasi sistem DOI tersebut melalui proyek kerjasama dengan Sekretariat ITPGRFA-FAO di Roma-Italia dan the International Rice Research Institute (IRRI) di Filipina. Proyek kerjasama berjudul Multi-country Construction of a Test Platform for the Development and Allocation of Unique Identifiers to Rice Germplasm, Linking the MLS Information Infrastructure and the DivSeek Repository tersebut telah diimplementasikan sejak tahun 2016 yang meliputi kegiatan pengembangan piranti lunak GLIS-Toolkit (bekerja sama dengan IRRI), serta diseminasi dan pelatihan teknis kepada beberapa negara penanda tangan ITPGRFA-FAO.

Kegiatan the 2nd International Training on Software Testing to Support DOI Implementation on Rice Germplasm yang diselenggarakan pada tanggal 27 April hingga 2 Mei 2019 di Yogyakarta ini merupakan kegiatan pelatihan yang kedua. Kegiatan pelatihan yang pertama diselenggarakan di Bogor pada tahun 2018, dengan melibatkan sebanyak 6 negara sebagai peserta, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Bhutan, India dan Zambia.

Tujuan penyelenggaraan pelatihan tersebut adalah untuk memperkenalkan sistem DOI dalam rangka mendukung pengelolaan dan pertukaran SDG-TPP, serta memberikan bekal pengetahuan teknis mengenai implementasi GLIS-Toolkit untuk melakukan registrasi DOI terhadap materi SDG-TPP.




Kegiatan pelatihan kali ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut. Kegiatan pelatihan tersebut sangat penting tidak hanya dalam rangka mendiseminasikan sistem DOI, namun juga memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta untuk melakukan registrasi DOI terhadap aksesi-aksesi SDG-TPP secara massal.

Pemilihan komoditas padi sebagai model sangatlah tepat, mengingat komoditas ini memiliki arti yang sangat strategis di banyak negara di dunia. Di sisi lain, kegiatan training internasional ini juga menjadi salah satu wujud implementasi koordinasi Kerja Sama Selatan-Selatan – KSS (South–South CooperationSSC) yang telah dilaksanakan Pemerintah Republik Indonesia.

Sebanyak 16 peserta dari 8 negara (Indonesia, Sri Lanka, Bangladesh, Cambodia, Pakistan, Myanmar, Laos dan Burundi) berpartisipasi dalam pelatihan tersebut. Kegiatan pelatihan dimulai dengan pemaparan mengenai fungsi dan struktur GLIS-Toolkit 2.0.3 oleh Marco Marsella (Sekretariat ITPGRFA-FAO, Italia) melalui video conference. Untuk kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi teknis pelatihan di bawah panduan pemateri training dari BB Biogen yaitu Hakim Kurniawan,MP. dan Endo Kristiyono, S.Kom.

Materi yang disampaikan selama pelatihan meliputi: instalasi perangkat lunak pendukung, instalasi dan konfigurasi GLIS-Toolkit, preparasi data SDG-TPP menurut deskriptor standar, pemetaan (mapping) dan migrasi (importing) data, dan implementasi (deploying) GLIS-Toolkit.