Lewat Internet, Petani ini Kenali dan Adopsi Hasil Penelitian Balitbangtan

Derasnya arus informasi di dunia maya memberi keuntungan tersendiri bagi masyarakat khususnya para petani. Melalui internet mereka bisa mengetahui perkembangan dunia pertanian termasuk teknologi dan varietras-varietas unggul yang telah dihasilkan.

Salah satu petani yang memanfaatkan internet untuk mendapatkan informasi pertanian adalah Komsari, petani asal Lampung yang tergabung dalam Gapoktan Mandiri Sejahtera di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.

Komsari mengaku, mengetahui beberapa varietas unggul baru (VUB) yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dari media online, salah satunya melalui website lingkup Balitbangtan. Varietas yang menarik minat Komsari seperti Sorum Bioguma dan Padi Inpari 40.

Secara singkat, sorgum bioguma memiliki keunggulan berupa bobot biomassa mencapai 54,30 ton/hektar dan potensi hasil mencapai 9,26 ton/hektar. Sementara inpari 40 memiliki potensi hasil 9,6 ton/hektar.

Setelah mengetahui keunggulan yang dimiliki dua VUB tersebut, Komsari memutuskan untuk mengadopsi dengan cara datang langsung ke Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Bogor, yang merupakan salah satu unit pelaksana teknis di bawah Balitbangtan.

Dari kunjungan tersebut ia bersama tiga rekannya mendapatkan 10 kg benih sorgum bioguma dan 10 kg benih inpari 40 kategori benih penjenis atau breeder seed (BS) yang nantinya dikembangkan menjadi benih sebar (BR).

“Saya sebagai petani yang pertama kali mengembangkan sorgum di sana, sudah mengajak temen-temen dari beberapa kabupaten untuk mengembangkan sorgum hasil penelitian Balitbangtan,” ujar Komsari usai menerima benih di BB Biogen pada Selasa (28/10/2019).

Saat ini sorgum yang dikembangkan di Lampung belum terlalu banyak dan masih dikonsumsi sendiri, namun untuk kedepannya sorgum bioguma akan dimanfaatkan untuk pakan ternak.

“Dengar dari berita sorgum ini juga bisa dijadikan gula, nanti kami akan coba kearah sana,” kata pria yang menjadi ketua di gapoktannya ini.

Total lahan yang siap dijadikan tempat pengembangan sorgum ini mencapai ribuan hektar yang tersebar di lima kabupaten di Lampung, yakni Mesuji, Tulang Bawang Barat, Way Kanan, Lampung Timur, Lampung Selatan dan Lampung Tengah.

“Khusus di kabupaten Way Kanan, tanahnya sudah dibajak dan siap tanam,” tegas Komsari.

Dari upaya pengembangan dua komoditas ini, Komsari berharap para petani di daerahnya bisa merasakan hasil penelitian Balitbangtan, karena menurutnya masih banyak petani yang belum mengetahui varietas-varietas unggul yang baru dilepas.

Selain meminta pemerintah untuk lebih gencar melakukan sosialisasi dan mendiseminasikan hasil penelitian, ia juga berpesan agar para petani lebih aktif mencari tahu tentang teknologi maupun varietas-varietas terbaru yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan.

http://www.litbang.pertanian.go.id/info-aktual/3766/