BATAN Ikuti Workshop on Molecular Breeding di Balitbangtan

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) mengadakan acara one-day workshop on molecular breed. Kegiatan hasil kolaborasi dengan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) ini dilaksanakan di kantor BB Biogen, Bogor, Selasa (12/11/2019).

Workshop ini merupakan bagian dari agenda “The Batan/IAEA/RCA RAS5077 Training Course dengan topik the Regional Training Course On Molecular Breeding Approaches for Selection of Desired Green Traits in Crops”.

Sebagai salah satu lembaga riset internasional, International Atomic Energy Agency (IAEA) telah menunjuk Badan Tenaga BATAN sebagai Training Center bagi peneliti muda potensial yang berada di kawasan Asia-Pasifik dalam rangka meningkatkan keahliannya dalam bidang pemuliaan mutasi (mutation breeding) tanaman yang diselaraskan dengan pemuliaan berbasis molekuler (molecular breeding) baik dalam hal teoritis maupun teknis.

Acara workshop ini meliputi teori dan praktik. Teori terkait molecular breeding disampaikan oleh 2 narasumber, yakni Mr Yunbi Xu (IAEA expert) dan Mr Dani Satyawan (peneliti BB Biogen), sedangkan kegiatan praktikum dilaksanakan di laboratorium Biologi Molekuler BB Biogen.

Jumlah peserta yang hadir pada workshop ini sekitar 50 peserta yang terdiri dari 23 peserta berasal dari tujuh belas negara Asia Pasifik ditambah dua dari Afrika, sisanya merupakan peserta yang berasal dari dalam negeri.

Menurut peneliti senior BATAN sekaligus sebagai ketua pelaksana kegiatan, Prof. Soeranto, BATAN diberikan amanah untuk melatih para peneliti muda karena telah dianggap berhasil dalam merakit varietas unggul baru maupun perbaikan suatu varietas tanaman melalui pendekatan pemuliaan mutasi. Dengan kepercayaan yang telah diberikan IAEA tersebut, pihaknya menjadikan workshop ini sebagai agenda tahunan.

“Pada kegiatan training kali ini, topik yang diangkat oleh IAEA adalah bagaimana aplikasi molecular breeding itu diintegrasikam dengan pemuliaan tanaman berbasis mutasi (mutation breeding). Kita, di Batan mempunyai salah satu fasilitas yang dinamakan irradiator, alat itu bisa digunakan untuk meningkatkan keragaman genetik tanaman dan tanaman yang beranekaragam tersebut harus kita seleksi. Akan tetapi, kegiatan seleksi yang dilakukan secara kasat mata melalui penampilan fisik suatu tanaman baik secara morfologi maupun karakter agronominya akan sangat menyulitkan dalam pelaksanaannya. Oleh sebab itu, melalui bekerjasama dengan BB Biogen, merupakan wujud nyata untuk menghadapi kendala-kendala yang dihadapi dalam pemuliaan mutasi. Jadi itulah salah satu tujan kami mengadakan workshop dan training di BB Biogen, Balitbangtan ini”, jelas Soenarto.

Dalam presentasinya, Yun Bi Xu membahas tentang “general lecture on molecular breeding and genomics”. Sementara Dani Satyawan membahas topik “Introduction to the Indonesian Center for Agricultural Genome. Setelah presentasi dari kedua narasumber, peserta melanjutkan kegiatan di laboratorium Biologi Molekular untuk melaksanakan praktik DNA extraction dan PCR analysis serta gel electrophoresis, visualization dan scoring (Hasni Zulfikar).