Sukses, Demonstrasi Plot Padi Varietas Code dan Angke di Cianjur, Jawa Barat.

Berita

 114 total views,  1 views today.

Varietas padi IR64 yang secara resmi dilepas di Indonesia pada tahun 1986 menjadi sangat populer karena mempunyai mutu beras baik, tahan hama wereng coklat dan mempunyai daya adaptasi luas. Varietas ini telah menjadi peka terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB) yang disebbkan oleh Xanthomonas oryzae. Bakteri tersebut mempunyai beberapa strain dan dapat membentuk strain baru sehingga dapat mematahkan ketahanan varietas. Varietas IR64 yang semula tahan berubah menjadi peka karena terjadinya perubahan strain pathogen, sehingga pertanamannya sering terserang penyakit tersebut.

Penyakit HDB menyerang daun padi setelah tanaman berbuah sehingga tidak menyebabkan puso dan tidak mengurangi minat petani untuk menanam varietas IR64. Meskipun demikian, pertanaman padi yang terserang berat oleh HDB dapat mengalami kerugian hasil hingga 20%. Selain itu serangan HDB juga menurunkan mutu beras karena pengisian biji yang tidak sempurna. Varietas Code dan Angke dibuat dengan mempertahankan sifat-sifat unggul IR64 tetapi tahan terhadap penyakit HDB.

Dalam rangka sosialisasi varietas Code dan Angke bagi masyarakat petani, maka telah dilakukan demonstrasi plot di lahan petani di Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur-Jawa Barat. Padi jenis ini sengaja ditanam di Kabupaten Cianjur. Demplot ini merupakan hasil kerja sama BB Biogen – Bogor, BBLitpa – Sukamandi, BPTP Jabar, dan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur. Pelaksanaan demplot dimulai dengan tanam pertama pada bulan Januari. Demonstrasi plot ini melingkupi lahan seluas 5 hektar milik 14 petani di Desa Cibiuk Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur-Jawa Barat.

Sebagai puncak dari kegiatan demonstrasi plot ini, maka pada tanggal 18 April 2007 dilaksanakan panen dan sekaligus Temu Wicara. Acara ini dihadiri oleh Kepala BB Biogen, Kepala Pustaka (mewakili kepala Badan Litbang Pertanian), Perwakilan IRRI, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Asisten Daerah II Kabupaten Cianjur (wakil Bupati), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur dan segenap jajaran dari BPTP Jabar. Selain itu, acara ini dihadiri pula oleh ratusan petani di sekitar lokasi demplot. Me-nurut keterangan Dr. Sutoro, selaku ketua panitia Demplot, Kabupaten Cianjur dipilih sebagai loaksi demplot karena petani di Cianjur masih banyak yang menanam IR64 dan luas serangan penyakit HDB terma-suk kategori berat. Pada penanam-an ini dimasukkan pula beberapa teknologi litbang, di antaranya pe-makaian pupuk berimbang, dan pemakaian azolla sebagai sumber N.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat menyebutkan Jawa Barat diberi target produksi oleh pemerintah pusat sebesar 500 ribu ton gabah kering giling (25% dari target produksi nasional). Jumlah yang sangat berat yang dibebankan bagi petani di Jabar. Hal ini disebabkan masih banyak serangan hama penyakit dan terlambat tanam karena terlambat-nya musim hujan. Setelah musim hujan turun terjadi kekeringan di dalam musim hujan sehingga petani harus menanam kembali. Setelah ditanam terjadi kebanjiran yang menyebabkan 22.000 hektar sawah puso. Beberapa strategi yang saat ini sedang digalakkan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat di antaranya: (1) meningkatkan produktivitas lahan di Jabar, (2) mengenalkan varietas unggul bermutu (menyumbang 40%), (3) meningkatkan produksi dari 5,3 ton/ha menjadi 5,7 t/ha GKG, (4) pengamanan produksi dari gangguan OPT dengan pengamatan dini (early warning system), dan (5) menggalakkan penyuluhan pertanian seperti yang dilakukan padatahun 1964-1984.

Untuk memeriahkan acara tersebut dilakukan panen ubinan oleh pejabat-pejabat yang hadir, dilanjutkan penyerahan secara simbolis 200 kg benih Code kepada Pemda Kabupaten Cianjur. Temu Wicara ini dilanjutkan dengan tanya jawab petani dengan para pejabat yang hadir. Secara umum petani Kabupaten Cianjur merasa senang daerahnya dipakai sebagai demplot Code-Angke sehingga diharapkan akan meningkatkan pengetahuan mereka.

Varietas Code dan Angke dibentuk dengan metode silang balik (back cross) dengan IR64 sebagai tetua berulang dan IRBB5 dan IRBB7 sebagai tetua donor masing-masing untuk gen ketahanan terhadap HDB xa5 dan xa7. IRBB5 dan IRBB7 adalah dua diantara galur-galur monogenik untuk ketahanan terhadap HDB yang diperoleh dari IRRI (lembaga penelitian padi internasional). Silang balik dilakukan hingga BC6. Pada setiap tahap silang balik dilakukan seleksi tanaman yang tahan HDB dengan inokulasi buatan dan dikonfirmasi dengan marka molekuler sehingga tanaman yang terpilih benar-benar mengandung gen ketahanan yang dimaksud. Setelah BC6 dilakukan seleksi galur untuk memilih galur yang stabil atau homozigot kemudian galur-galur yang terpilih, diantaranya Bio-1 dan Bio-2 diuji multilokasi. Galur tersebut berhasil dilepas secara resmi tahun 2001 dan masing-masing diberi nama Code dan Angke.

Sesuai dengan tujuan pembentukannya, Code dan Angke mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan IR64: umur 115-120 hari, tinggi tanaman 90-100 cm, mutu beras baik, tahan hama wereng coklat biotipe 1 dan 2. Keunggulan varietas Code dan Angke dibandingkan dengan IR64 adalah tahan terhadap penyakit HDB karena Code mempunyai gen Xa7 dan Angke mempunyai gen ketahanan xa5.

HDB merupakan salah satu penyakit utama pada pertanaman padi sawah, sehingga penyakit ini selalu ditemukan pada pertanaman padi IR64 meskipun intensitasnya beragam. Oleh sebab itu Code dan Angke sering menghasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan IR64, bukan karena potensi hasilnya yang lebih tinggi tetapi karena ketahanannya terhadap HDB.
Code dan Angke mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan IR64 kecuali ketahanannya terhadap HDB. Oleh sebab itu kedua varietas tersebut dianjurkan untuk ditanam di daerah pertanaman IR64, menggantikan varietas IR64.

Deskripsi padi varietas Code:

Nomor seleksi :

B109-BC5-MR-4-5-KN-5-1

Asal persilangan : IR646/IRBB7
Golongan : Cere
Umur tanaman : 120 hari
Bentuk tanaman  : Tegak
Tinggi tanaman : 100 cm
Anakan produktif    : Banyak
Warna kaki : Hijau
Warna batang : Hijau
Warna telinga daun : Tidak berwarna
Warna lidah daun : Tidak berwarna
Warna helai daun : Hijau
Muka daun : Kasar
Posisi daun : Tegak
Daun bendera : Tegak
Bentuk gabah : Ramping
Warna gabah  : Kuning bersih
Kerontokan : Tahan
Kerebahan : Tahan
Tekstur nasi  : Pulen
Bobot 100 butir  : 28 g
Kadar amilosa  : 23%
Potensi hasil : 6,8 t/ha
Ketahanan h ama : Tahan wereng coklat biotipe 1, 2 dan SU
Ketahanan p enyakit : Tahan terhadap hawar daun bakteri strain III, IV, dan VIII dengan gen ketahanan dominantXa7
Keterangan : Baik ditanam di lahan sawah dataran rendahHingga ketinggian 500 m dpl
Pemulia/Peneliti : Suwarno, Erwina Lubis, Allidawati, Masdiar Bustamam, dan Hartini R. Hifni
Teknisi : Sularjo, Sunaryo
Dilepas tahun  : 2001

 

Deskripsi varietas Angke:

Nomor seleksi :

B108-BC5-MR-3-5-2 PN-1

Asal persilangan : IR646/IRBB5
Golongan : Cere
Umur tanaman : 115 hari
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : 90 cm
Anakan produktif  : Banyak
Warna kaki    : Hijau
Warna batang : Hijau
Warna telinga daun : Tidak berwarna
Warna lidah daun : Tidak berwarna
Warna helai daun : Hijau
Muka daun : Kasar
Posisi daun  : Tegak
Daun bendera : :Tegak
Bentuk gabah : Ramping
Warna gabah  : Kuning bersih
Kerontokan : Tahan
Kerebahan : Tahan
Tekstur nasi  : Pulen
Bobot 100 butir : 27 g
Kadar amilosa  : 23%
Potensi hasil   : 6,8 t/ha
Ketahanan terhadap : Tahan wereng coklat biotipe 1, 2 dan SU
Penyakit : Tahan terhadap hawar daun bakteri strain III, IV, dan VIII dengan gen ketahanan resesif Xa5
Keterangan : Baik ditanam di lahan sawah dataran rendah Hingga ketinggian 500 m dpl
Pemulia/Peneliti  : Suwarno, Erwina Lubis, Allidawati, Masdiar Bustamam, dan Hartini R. Hifni
Teknisi : Sularjo, Sunaryo
Dilepas tahun  : 2001