Mentan Launching Optimalisasi 45 Ribu Ha Lahan Rawa Lebak di Wajo

Berita

 131 total views,  1 views today.

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama para pejabat di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) me-launcingoptimalisasi lahan rawa lebak yang berlokasi di Kelurahan Attakae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. Di Sulsel terdapat lahan 45 ribu hektare (ha) lahan rawa.

Provinsi Sulawesi Selatan mendapat anggaran prioritas APBN 2019 sejumlah Rp640 miliar. Sebagai langkah awal sekaligus tahap pertama, pemerintah mencanangkan program ini di Kabupaten Wajo, Sidrap, Bone, Soppeng, dan Pinrang dengan jumlah anggaran sebesar Rp180 miliar.

Bantuan sendiri meliputi alat mesin pertanian (Alsintan) seperti exavator, traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, combine harvester besar, power thresher, power thresher multiguna, corn sheller, dan corn combine harvester.

Bukan hanya itu, ada juga bantuan benih berupa padi taro, cabai, bawang merah, bawang putih, dan kelapa. Sedangkan bantuan ternak yang diberikan berupa ayam dan kambing.

“Bantuan ternak dialokasikan sebagai bagian dari program Petani Milenial dan Bekerja. Selanjutnya Kementan juga memberikan paket bantuan KRPL (Kawasan Pangan Rumah Lestari) dan PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat),” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di panggung utama lokasi rawa Kabupaten Wajo, Rabu (6/3).

Menurutnya, ini merupakan upaya menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Untuk mendukung optimalisasi ini, Kabupaten Wajo akan diberi bantuan 10 unit exapator dan puluhan unit traktor. Alsintan ini yang nantinya akan digunakan para petani untuk menggenjot jumlah produksi.

“Zaman dulu tidak bisa mengambil bantuan langsung di Kementerian Pertanian. Tapi saya menghadap Bapak Presiden, dan mengatakan pada beliau bahwa santri ini masa depan kita. Sejak saat itu Presiden langsung putuskan untuk berikan apa yang ada,” katanya.

Amran menegaskan, SERASI merupakan program daya gedor pemerintah dalam menambah jumlah produksi karena ada potensi besar yang bisa dimanfaatkan dari sebuah lahan yang masih tidur.

“Ini memang lahan tidur, totalnya ada kurang lebih 45 ribu hektare yang kita bangunkan di Sulawesi. Jadi, nantinya, lahan yang produksinya 1 kita jadikan 3 kali lipat dan ini harus kita mulai dari sekarang,” katanya.

Amran mengaku optimistis dengan program ini karena semua mesin dan alat yang digunakan terbukti mampu berjalan dengan baik. Apalagi, banyak petani juga ikut senang, karena secara tidak langsung bisa menambah pemasukan.

“Kelihatanya teknologi yang kita gunakan untuk rawa sudah berhasil. Kita juga libatkan milenial untuk lahan rawa ini. Dan ingat, tidak boleh lagi ada seremoni ini dan itu. Semua harus nyata bahwa bantuan ini adalah bantuan langsung,” katanya.

Disisi lain, Amran juga mengajak semua generasi muda, utamanya para santri di Provinsi Sulawesi Selatan untuk terlibat secara langsung dalam meningkatkan produksi pangan Indonesia. Ajakan itu ditandai dengan pemberian ribuan ekor ayam dan kambing.

“Kami akan bagikan 1 juta ekor ayam untuk seluruh Indonesia. Ribuan kambing, benih dan bibit-bibit lain,” katanya.

Sementara itu, Bupati Wajo, Amran Mahmud mengapresiasi langkah Kementan dalam mengoptimalisasi lahan rawa lebak menjadi lahan pertanian produktif. Menurutnya, langkah itu sangat tepat karena sudah sesuai dengan program pemerintah pusat dan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah memilih Wajo sebagai kegiatan optimalisasi lahan rawa menuju lumbung pangan dunia. Soal produksi memang harus jadi prioritas bersama, dan ini sejalan dengan program pemerintah daerah,” ujarnya.

Adapun Kegiatan Optimalisasi lahan rawa di Kabupaten Wajo ini dihadiri oleh ribuan santri dan para petani setempat. Selain itu, turut hadir juga Bupati Wajo dan pejabat lain di Provinsi Sulawesi Selatan.

Sumber: Gatra.com