Eucalyptus dan Balitbangtan – Kementan

Artikel

 134 total views,  2 views today.

APA KEHEBATAN EUCALYPTUS?

Dia mengandung senyawa aktif cineole-1.8 atau disebut eucalyptol yang berfungsi sbg anti virus melalui mekanisme MPro.

APA YG SUDAH DILAKUKAN BALITBANGTAN?

PERTAMA, melakukan penelitian senyawa aktif di Eucalyptus (tanaman lain: serehwangi, jeruk, manggis,dll) dan teknologi produksi minyak atsiri dengan senyawa aktif cineole-1.8 atau eucalyptol.

KEDUA, Eucalyptol diuji di laboratorium (lab) secara in vitro, dan molekuler docking, dimana lab ini sudah memunyai sertifikat Biosavety Level 3 (BSL3). Eucalyptol diujikan terhadap beberapa tipe corona virus seperti Avian influenza/H5N1, beta Corona, dan Gamma Corona. Perlu diketahui bhw Covid-19 (SARSCov-2) termasuk dalam beta corona virus. Hasilnya menunjukkan bahwa eucalyptol bisa membunuh 80-100%. Mekanismenya, eucalyptol mengikat Main Protease (Mpro) pada virus yg berfungsi untuk mereplikasi diri (red:berkembang biak). Eucalyptol jg dapat berinteraksi dengan transient receptor potential ion chanel yg berada di saluran pernafasan.

KETIGA, melakukan penelitian end product berbasis Eucalyptus dg nano teknologi, dimana dihasilkan beberapa varian produk yakni inhaler, roll on, balsem, dan kalung Eucalyptus.

APA SAJA PATEN YANG DIHASILKAN?
  1. Formula Aromatik Antivirus
  2. Proses Pembuatan Ramuan Inhaler Antivirus
  3. Ramuan Serbuk Nano Enkapsulat
  4. Minyak atsiri Eucalyptus citridora sebagai antivirus (H5N1, gamma corona, beta corona)
SIAPA PERUSAHAAN SEBAGAI LISENSOR?

Semua produk hasil penelitian Balitbangtan akan diproduksi massal oleh PT. Eagle Indo Pharma (Cap Lang), izin edar untuk inhaler, minyak oles, balsem, aromatherapy dan roll on sudah keluar dari Badan POM. Tinggal kalung Eucalyptus yg belum.

APAKAH EUCALYPTUS INI TERMASUK OBAT?

Eucalyptus BUKAN obat (juga bukan vaksin) bagi Covid-19, tetapi oleh Badan POM dikategorikan sebagai jamu herbal sebagai upaya pencegahan terhadap Covid-19. Untuk bisa dikategorikan Obat Covid-19 harus dilakukan bebetapa tahapan pengujian yakni uji in vitro , uji klinik pada hewan, uji taksologi, uji klinik pada manusia (invivo). Penelitian ini masih on going, sampai uji klinis sehingga nantinya menjadi Vito Pharmaco anti virus.

BAGAIMANA TESTIMONI PENDERITA COVID-19?

Beberapa penderita positif Covid-19 di Bogor dan Sumatera selatan setelah menghirup berulang-ulang Eucalyptus, hasil Swab Test-nya menjadi negatif.

NEGARA MANA SAJA YG INGIN BEKERJASAMA DENGAN BALITBANGTAN?

Ada 2 negara yg ingin menjalin kerjasama dengan Balitbangtan dalam pengembangan Eucalyptus sebagai obat Covid-19, yaitu Rusia (APTAR PHARMA) dan Jepang (KOBAYASHI).

SARAN:

Bagi pihak-pihak yang masih menganggap penelitian ini belum paripurna, silakan DISEMPURNAKAN. Jika mampu melakukan hal yang jauh LEBIH BAIK tunjukkan melalui karya nyata, jangan berpolemik dan gaduh. Belajarlah mengapresiasi karya anak bangsa. Jangan campuradukkan dengan kepentingan politik dan persaingan usaha.
Dalam situasi Pandemi Covid-19 ini, Balitbangtan berupaya melakukan terobosan dengan memanfaatkan sumber daya pertanian Eucalyptus sebagai pencegahan Covid-19.

Penulis: Dr. Akhmad Musyafak – Peneliti Balitbangtan/Kepala BPTP Kalbar