Balitbangtan-IRRI Lanjutkan Kerja Sama untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Berita

 38 total views,  1 views today.

Dr. Ir. Fadjry Djufry, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), di hadapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menandatangani rencana kerja lima tahun dengan International Rice Research Institute (IRRI). Rencana kerja 2020-2024 ini bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan dan produktivitas sistem pertanian pangan berbasis padi di seluruh nusantara, terutama di daerah dengan produksi padi tinggi. Acara penandatanganan berlangsung di Jakarta, Selasa (01/09/2020).

Workplan ini dibuat oleh IRRI dan Balitbangtan, sesuai MoU yang sebelumnya telah ditandatangani. Ada enam bidang proyek, termasuk kebijakan dan pasar pangan pertanian, pengembangan varietas padi yang cerdas iklim dan bergizi, agronomi untuk produksi berbasis padi berkelanjutan, mekanisasi dan pasca panen untuk sistem produksi berbasis padi, pertanian digital, serta pengembangan kapasitas dan pelatihan.

“Rencana kerja ini merupakan salah satu wujud hubungan yang erat antara IRRI dengan Indonesia sejak 1972, yang berkontribusi dalam mencapai swasembada beras di akhir 1980-an. Namun, selain swasembada beras, ada kebutuhan untuk terus mengembangkan seluruh sektor beras secara holistik dan berkelanjutan. Ini berarti memaksimalkan sumber daya, alat, dan teknologi yang tersedia untuk memastikan bahwa sektor beras Indonesia dapat mencapai potensi produktifnya secara penuh, ”kata Yurdi Yasmi, Perwakilan Regional IRRI untuk Asia Tenggara.

Keberhasilan proyek ini akan diukur sesuai indikator kinerja utama, termasuk kebijakan pertanian pangan dan pasar, pengembangan varietas padi yang cerdas iklim dan bergizi, agronomi berkelanjutan dan pascapanen mekanis untuk sistem produksi berbasis beras, pertanian digital, dan peningkatan kapasitas bagi mereka yang mata pencahariannya bergantung pada sektor beras.

Sebagian besar proyek akan berfokus pada empat ekoregion spesifik: lahan terdegradasi di Jawa, lahan rawa di Sumatera, lahan rawa di Kalimantan, dan tadah hujan di Papua. Daerah ini mempunyai peluang untuk peningkatan produksi padi secara mekanis, tetapi perlu dilakukan lebih banyak kerja kolaboratif untuk membantu petani menerima Best Management Practice dan inovasi.

“Kami berterima kasih atas dukungan dan kontribusi IRRI yang berkelanjutan untuk pertumbuhan sektor beras Indonesia. Rencana kerja ini akan memungkinkan kami untuk bekerjasama lebih erat, dengan memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki untuk meningkatkan kehidupan petani skala kecil, yang merupakan 90% dari total jumlah petani padi di negara ini, ”kata Fadjry Djufry.

Dengan perkiraan anggaran sekitar USD 6 juta per tahun selama 5 tahun, rencana kerja tersebut bertujuan untuk berkontribusi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2020-2024), yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sebesar 12%. Rencana kerja tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Rencana Strategis IRRI (2017-2025) dan Program Penelitian CGIAR tentang Sistem Pertanian Pangan Beras 2017-2021 (RICE CRP).

International Rice Research Institute (IRRI) adalah organisasi penelitian terkemuka di dunia yang berdedikasi untuk mengurangi kemiskinan dan kelaparan melalui ilmu padi, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan petani dan konsumen beras, dan melindungi lingkungan penanaman padi untuk generasi mendatang.

Badan Litbang Pertanian dibentuk tahun 1974 dan memiliki pengalaman dalam penelitian pertanian. Badan Litbang selalu berkembang menyesuaikan kepada kebutuhan yang diperlukan masyarakat.

Sumber: Pripos.id