Balitbangtan Sosialisasi Penyusunan Laporan SDGTPP untuk FAO

Berita

 155 total views,  3 views today.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menggelar sosialisasi penyusunan laporan Sumber Daya Genetik Pertanian dan Tanaman Pangan (SDGTPP) dengan topik “Socialization of FAO World Information on Early Warning System for PGRFA” di Gedung Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Bogor, Selasa (8/9/2020).

Kegiatan virtual melalui Aplikasi Zoom ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan laporan the Third Report on State of the World Plant Genetic Resources for Food and Agriculture tahun 2020. Laporan ini merupakan kewajiban Indonesia sebagai bagian dari anggota FAO dalam menyampaikan implementasi tindak rancang global (global plan action) untuk tanaman pangan dan pertanian.

Kepala Balitbangtan, Dr Fadjry Djufry menyebutkan, keseriusan Indonesia untuk terlibat dalam pengelolaan SDGTPP di level internasional telah dituangkan dengan beberapa ratifikasi terhadap berbagai konvensi internasional, seperti Convention on Biodiversity sebagaimana tertuang dalam UU no. 5/1994, dan International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (ITPGRFA) sebagaimana tertuang dalam UU no. 4/2006 dan Protokol Nagoya pada UU 11/2013.

Menurutnya, Balitbangtan sangat perlu berkoordinasi secara nasional dengan para stakeholder dalam membantu menyusun laporan tersebut dengan mengumpulkan data dan informasi terkait melalui inventarisasi, pengelolaan, dan pemanfaatan SDGTPP di Indonesia yang melibatkan stakeholder yang berkecimpung dengan SDGTPP.

“Saya berharap hasil diskusi hari ini menjadi dasar tindak lanjut penyiapan data dan informasi sesuai dengan yang disarankan FAO. Laporan ini akan dijadikan bahan untuk the 3rd reports on the State of the World’s PGRFA yang akan dilaporkan pada pertemuan PGRFA ke 19 tahun 2023 mendatang,” ujar Fadjry dalam sambutannya.

Acara ini diisi dengan pemaparan oleh pemateri yang kompeten dibidangnya. Seperti Mastur PhD yang membahas topik Biodiversity and Genetic Resources for Food and Agriculture, Dr Sutoro membahas Secound GPA for PGRFA Report, dan lima peneliti Balitbangtan yang membahas teknis pengumpulan data SDGTPP.

Di akhir acara, Kepala BB Biogen, Mastur PhD menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber daya genetik yang melimpah dan negara wajib melindungi serta memanfaatkannya demi kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, keterlibatan Balitbangtan sebagai anggota FAO sangat diperlukan.

“Tujuannya tentu untuk kebaikan. Menyelamatkan lingkungan bumi, membangun ketahanan pangan seluruh dunia, mencegah kelaparan, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan serta melindungi hak kekayaan lokal,” ungkap Mastur.

Terdapat lebih dari 100 peserta yang berpartisipasi dalam sosialisasi ini, para peserta terdiri dari FAO Indonesia, Bappenas, DJKI Kemenhumkam, Ditjen TPHP, PPVTPP, BKN, BKP, PPMBTPH, Biro Perencanaan, LIPI, Puslitbang komoditas, Balai Besar dan Balai komoditas, BPTP, perguruan tinggi (IPB, UGM, Unpad, Unsoed, UnMul, UnBraw), ASBENINDO, dan KEHATI. (AB)