Kerupuk Raksasa ‘Sorgum Dewa’ Lahir dari Guyonan Ibu-Ibu

Artikel Berita

 160 total views,  1 views today.

Kerupuk raksasa bernama ‘Sorgum Dewa’ menjadi buah bibir masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Ukurannya yang jauh lebih besar dari biasanya, yaitu panjang semua sisinya mencapai sekira 50Cm.

Pembuatnya adalah ibu-ibu tim Penggerak PKK Desa Pangkalan Dewa, Kecamatan Pangkalan Lada.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pangkalan Dewa, Roihatul Jannah mengatakan, ide pembuatan kerupuk Sorgum Dewa lahir dari suatu guyonan.

“Awal mula membuat kerupuk ini dari guyonan (candaan) untuk dipersembahkan kepada Pak Camat pada sebuah acara. Kita buat kerupuk yang ukurannya jumbo, ternyata dari guyonan itu malah mendapat respons baik,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Kerupuk Sorgum Dewa ini diolah oleh ibu ibu PKK Desa Pangkalan Dewa melalui Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Sekarang itu sudah menjadi usaha masyarakat setempat yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Meskipun terbilang baru, namun pesanan mulai banyak. Bahkan sudah mulai kewalahan untuk mengirim kerupuk raksasa tersebut ke sejumlah daerah.

Prosesnya menurut Roihatul memerlukan waktu dan cuaca. Karena jika tidak dijemur pada cuaca panas, maka kerupuk sulit untuk mengembang.

Untuk membuatnya, bahan-bahan yang harus disiapkan antara lain tepung tapioka, tepung Sorgum, bumbu sesuai selera, garam dan air secukupnya. Setelah menjadi adonan, kemudian dikukus. Setelah selesai baru dibentuk supaya bisa berukuran besar, lalu dijemur.

“Awalnya membuat kerupuk ini bingung mencari wajannya (tempat penggorengan) maklum karena ukurannya jumbo jadi harus memesan penggorengan jumbo juga,” Roihatul.

Saat ini untuk harganya jual dua kerupuk raksasa dipasarkan Rp55 ribu. Sedangkan yang ukuran normal harga relatif normal seperti kerupuk-kerupuk biasanya.

Sebagai informasi tambahan, Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah pengembangan sorgum rakitan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), yakni sorgum bioguma. Hingga kini terdapat beberapa desa di Kotawaringin Timur yang memanfaatkan sorgum bioguma, dan diharapkan komoditas tersebut terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun pakan di sana.

Sumber: news.okezone.com