Berkat Teknologi, Hasil Panen Padi di Kawasan Food Estate Kalteng meningkat

Berita

 167 total views,  1 views today.

Sejumlah petani di Desa belanti siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah memasuki musim panen.

Dari panen yang telah dilakukan, sebagian besar petani memeroleh hasil 5,5 hingga enam ton per hektar. Jumlah ini meningkat dibanding musim sebelumnya yang hanya menghasilkan 3 hingga 4,5 ton per hektar.

Salah seorang petani Salim (55 tahun) mengaku bahwa sebagian pertanamannya telah dipanen dengan hasil  5,6 ton/hektar. Petani lainnya, Taufik dari Kelompok Tani Karya Makmur menyatakan bersyukur bahwa dari 100 ha pertanaman di kelompoknya mencapai rata-rata hasil 6,4 ton/hektar.

Meski demikian, terdapat beberapa petani yang hanya memeroleh hasil panen sekitar 2,5 ton akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan ini. Sebagian tanaman padi mengalami roboh sehingga petani memilih panen lebih awal untuk menghindari terjadinya gagal panen.

Menurut penyuluh pertanian setempat, meningkatnya hasil panen yang dirasakan oleh hampir seluruh petani tak lepas dari perlakuan sesuai dengan rekomendasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam pengembangan food estate ini.

“Salah satu prilaku yang diterapkan oleh petani adalah cara pemberian amelioran. Dengan adanya pengawasan makan dosis ameliorant yang diberikan lebih tepat sehingga kualitas tanah di lahan rawa ini menjadi baik,” jelas Penyuluh Pertanian Desa Belanti Siam, Dwi Hadi Prayitno, Jumat (5/2/2021).

Sementara Peneliti Balitbangtan Dr. Susilawati menyebutkan, paket teknologi yang diterapkan di kawasan food estate adalah pengelolaan tanaman secara terpadu (PTT) padi rawa yang disebut dengan RAISA (Rawa Insentif Super Aktual).

“Dalam RAISA ini kita memadukan komponen teknologi yang sudah dihasilkan Balitbangtan seperti penggunaan varietas, penggunaan amelioran, system tata air, rekomendasi pemupukan serta pengendalian hama penyakit berdasarkan spesifik wilayah,” ujar Susilawati.

Sementara Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah Dr. Syamsuddin menyebutkan, pengelolaan komoditas di areal food estate kedepan nantinya akan lebih modern melalui model pertanian korporasi, dengan tujuan memeroleh keuntungan yang maksimal.

Sebagai informasi, total luas lahan food estate di Kalteng saat ini adalah 30 ribu hektar yang tersebar di Kabupaten Pulang Pisau seluas 10 ribu hektar dan Kabupaten Kapuas seluas 20 ribu hektar.

Selain tanaman padi berbagai varietas unggul, di areal food estate ini juga terdapat komoditas hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan. (AB)