BB Biogen Selenggarakan FGD Penyusunan Project Preparation Grant GEF7

Berita

 137 total views,  1 views today.

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Project Preparation Grant Global Environment Facility (PPG GEF7) pada 17-18 Februari 2021 di Ruang Setaria BB Biogen, Bogor.

Acara yang diselenggarakan secara virtual ini merupakan tindak lanjut dari pembuatan Project Identification Form (PIF) yang sudah selesai tahun lalu. Dengan diterbitkannya Clearance for Work Program Inclusion and Project Preparation Grant Approval pada tanggal 4 Mei 2020 lalu, maka proyek kerjasama yang didanai oleh GEF Trust Fund ini memasuki tahap PPG.

Hadir dalam acara ini Kepala Balitbangtan yang diwakili oleh Kepala BB Biogen Mastur PhD. Dalam sambutannya, Mastur menjelaskan bahwa penyusunan PPG GEF7 berjudul Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia ini bertujuan untuk memperkuat kegiatan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman tanaman asal Indonesia yang signifikan secara global. Baik di alam liar maupun pertanian, melalui praktik berkelanjutan dan peningkatan kapasitas, penguatan lingkungan pendukung serta pengembangan mekanisme insentif jangka Panjang.

“Proyek kerja sama ini meliputi empat komponen, yang pertama memperkuat lingkungan pendukung untuk mempromosikan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan, kedua konservasi dan pemanfaatan tanaman terpilih dan spesies kerabat liar, ketiga pengarusutamaan keanekaragaman varietas lokal melalui evaluasi biologi, sosial budaya dan ekonomi, keempat memperkuat manajemen pengetahuan,” jelas Mastur.

Kegiatan ini diikuti oleh GEF Operasional Focal Point, FAO Indonesia, Eselon satu dan dua Kementan, Kementerian dan Lembaga Pemerintah lainnya, Komnas dan Komda SDG, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Perusahaan dan Lembaga Swasta.

Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan pemaparan oleh lima pemateri, diantaranya Laksmi Wijayanti MCP dari Ministry of Environment and Forestry, Richard Trenchard PhD dari FAO Representative ad interim for Indonesia, Mastur PhD dari Kementerian Pertanian, Teressa Borelli dari Alliance of Bioversity International and CIAT, dan Wawan Sujarwo dari LIPI.

Sementara hari kedua pemaparan dilakukan oleh Sameer Karki dari FAO, Dr. Jarot Indarto dari Bappenas, Ratih Listyo Rini SHut MEc ME dari KLHK, Dr. Puspita Lisdiyanti M Agr Chem dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Dra Anastutik Wiryaningsih MSi dari Kemendes, dan Carolina Djaja dari PT. Maxindo Karya Anugerah.

Kedepan nanti, FGD ini akan dilanjutkan dengan workshop tingkat Nasional maupun sub-nasional untuk menghasilkan PPG yang diharapkan. (RY/MHZ/AB)