Peternak Sapi di Sukabumi Kembangkan Silase Sorgum

Berita

 143 total views,  1 views today.

Kepala Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen), Mastur melihat skala prioritas pengembangan produksi sorgum yakni pemanfaatannya, terutama dari bagian biji dan hijauannya menjadi silase atau pakan ternak. Tanah-tanah kosong terutama di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) bisa ditanami sorgum dan terintegrasi dengan usaha peternakan khususnya sapi.

“Populasi sapi di Jawa Barat tidak tinggi, sehingga ini menjadi tantangan. Perlu pengubahan mindset dan management (usaha pertanian, peternakan) sehingga usaha sapi perah, sapi potong dengan diberi pakan sorgum yang cukup. Sehingga (budidaya) sorgum punya peluang dikembangkan di Jawa Barat terutama untuk program Kementerian Pertanian, (yakni) meningkatkan produksi sapi perah, sapi potong,” ujar Mastur disela acara Bimtek Inovasi Teknologi Balitbangtan Kementerian Pertanian di Sukabumi.

Sorgum merupakan tanaman serealia yang berpotensi besar untuk dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman sorgum bisa adaptif terhadap kekeringan, dapat berproduksi pada lahan marginal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama atau penyakit. “Kalau kita bandingkan (daerah penghasil sapi) Jawa Timur dengan Jawa Barat, agak susah. Tapi Jawa Barat bisa mengambil peran untuk penghasil sorgum silase. Petani tanam sorgum, dan pada saat yang sama, tanah-tanah marginal bisa diusahakan lebih produktif. Dengan demikian, industri peternakan sapi di Jawa Barat khususnya Sukabumi bisa setara dengan Jawa Timur, Jawa Tengah. Proses fermentasi sorgum juga bagus, hasilnya (yakni) silase yang bisa meningkatkan kualitas susu, karkas, daging sapi,” kata peraih PhD Bioregulation dari Tokyo University of Agriculture tahun 1999.

Di tempat yang sama, Asisten Daerah (Asda) II Sukabumi, Ahmad Hariyadi meyakini inovasi penggunaan silase sorgum sebagai pakan masa depan sesuai dengan visi dan misi pemerintah kabupaten Sukabumi (2016-2021), yakni Sukabumi yang Mandiri dan Inovatif. “Peluang budidaya sorgum di Sukabumi terbuka luas. Dari sisi luas lahan, Sukabumi merupakan kedua terbesar setelah Banyuwangi (Jawa Timur) yakni 120 ribu,” kata Ahmad Hariyadi.

Sukabumi terdiri dari 47 kecamatan, dan 386 desa merupakan daerah terluas di provinsi Jawa Barat dan kedua di pulau Jawa. Lahan yang sangat luas, tentunya harus dibarengi dengan berbagai inovasi. Dalam hal ini, pengembangan diversifikasi pertanian, termasuk sorgum sangat memungkinkan.

“Keunggulan sorgum kan banyak. Cita-cita Bupati dan jajarannya, Sukabumi menjadi pusat pengembangan, percontohan sorgum. Selain luas tanah, iklim sangat memungkinkan,” kata Ahmad Hariyadi.

Sumber: indonesiamedia.com