Jelang Musim Tanam Kedua, Kementan Pastikan Stok Pupuk Aman

Berita

 153 total views,  1 views today.

Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan pupuk mencukupi untuk musim tanam kedua tahun ini. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi saat mengunjungi PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/4/2021).

Menurut Harvick, pihaknya telah melihat ketersediaan pupuk secara langsung di sejumlah daerah sehingga masyarakat, khususnya petani, tidak perlu khawatir dengan stok saat ini.

Wamentan juga menyebutkan bahwa produksi yang dihasilkan oleh pupuk Indonesia Holding Company tahun ini ditargetkan mencapai 13 juta ton.

“Kami sudah mengunjungi hampir semua perusahaan pupuk BUMN. Melihat secara langsung dan memastikan stoknya tersedia. Jadi petani tidak perlu khawatir,” ujar Harvick.

“Yang menjadi tugas kita selanjutnya adalah bagaimana formula distribusinya agar tepat sasaran,” tambahnya.

Sebelum mengunjungi PT Pusri Palembang, Mantan Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama ini juga sempat mengunjungi pondok pesantren Sultan Mahmud Badaruddin Kota Palembang.

Di sini, Marvick bersama Gubernur Sumatera Selatan menyaksikan penandatanganan MUO Agrosolution antara PT Pusri dengan pihak pesantren.

Agrosolution sendiri merupakan salah satu program untuk membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pertaniannya, sehingga mendorong peningkatan hasil panen serta membantu meningkatkan pendapatan. Program ini pun diharapkan bisa menjadi solusi dalam distribusi pupuk.

“Pertama, kami akan memberikan ilmu budidaya pertanian, bisnis pertanian, memberikan unit bisnis, bisa juga menjadi agen atau distributor pupuk,” ujar Dirut PT Pupuk Sriwidjaja, Tri Wahyudi Saleh.

Upaya kerja sama ini pun mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Menurutnya program yang sangat berdampak pada kesejahteraan para santri yang terlibat dalam dunia pertanian.

“Selama ini kita hanya bisara soal kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren, kali ini kita akan menjadikan pertanian sebagai ekstrakurikuler untuk meningkatkan perekonomian dan kemandirian pesantren,” tegas Herman. (AB)