Sukses Gelar ICGRB 2, Balitbangtan Upayakan Konservasi & Pemanfaatan SDG Berkelanjutan

Berita

 283 total views,  1 views today.

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bersama Konsorsium Bioteknologi Indonesia sukses menggelar The Second International Conference on Genetic Resources and Biotechnology (ICGRB) dengan tema Harnessing Technology for Conservation and Sustainable Use of Genetic Resources for Food and Agriculture. Kegiatan ini diselenggarakan pada 24-25 Mei 2021 di Hotel Onih, Bogor.

Berbeda dengan ICGRB pertama tahun 2018 lalu, tahun ini ICGRB diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Terdapat lima sub topik yang dibahas dalam konferensi internasional ini, yaitu 1) Pengelolaan konservasi yang efektif dan penggunaan berkelanjutan sumber daya genetik untuk pangan dan pertanian, 2) Penerapan penanda genomik dan molekuler untuk konservasi sumber daya genetik dan adaptasi tanaman terhadap perubahan iklim, 3) Penerapan teknik inovasi perbaikan tanaman untuk konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetik tanaman untuk pangan dan pertanian, 4) Kultur sel dan jaringan tanaman untuk konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik yang efektif, serta 5) Pemanfaatan sumber daya genetik mikroba sebagai agen pengendali hayati hama dan penyakit pertanian, dan untuk bioremediasi tanah.

Kelima topik tersebut didiskusikan dengan pembicara pakar Prof. Michael J Thomson dari Universitas A&M Texas, Prof. Hiroshi Ezura dari Universitas Tsukuba, Mastur, Ph.D selaku Kepala BB Biogen, Prof. Bambang S. Purwoko dari IPB, dan Dr. Sunil Archak dari India National Bureau of Plant Genetic Resources.

Terdapat 75 peserta dari berbagai institusi penelitian dan akademisi yang terlibat dalam kegiatan ini. Para peserta turut mempresentasikan hasil penelitiannya secara oral dan selanjutnya akan dipublikasikan dalam prosiding terindeks global Scopus.

Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry menyebut, sumber daya genetik tumbuhan, hewan, dan mikroba merupakan warisan umat manusia dan perlu dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi yang semakin meningkat. Untuk itu ia berpendapat bahwa melalui kegiatan ini dapat diperoleh solusi yang efektif dalam menghadapi masalah-masalah yang dihadapi dalam pemanfaatan sumber daya genetik (SDG).

“Menjadi tantangan kita bersama untuk mengelola sumber daya yang baik dan efektif. Saya berharap agar konferensi ini menghasilkan ide-ide cemerlang dan membangkitkan, serta memfasilitasi kolaborasi nasional dan internasional perihal konservasi sumber daya genetik menjadi berkelanjutan untuk masa depan,” ujar Fadjry dalam sambutannya.

Salah satu teknologi yang disinggung Fadjry adalah kultur jaringan tanaman. Menurutnya SDG juga dapat dilestarikan menggunakan sel induk dan kultur jaringan. Melalui teknik ini, multipropagasi tanaman dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih singkat sehingga pemanfaatannya lebih efektif.

Masih menurut Fadjry, SDG tidak hanya datang dari tanaman. SDG mikroba juga merupakan sumber penting dalam penelitian dan pengembangan. Mikroba yang jumlahnya banyak berpeluang besar untuk dieksplorasi, diidentifikasi, dimanipulasi, hingga dimanfaatkan untuk agen pengendali hama dan penyakit pertanian, serta untuk bioremediasi tanah. (AB)