Blora Jadi Percontohan Penanaman Padi di Lahan Sawah Tadah Hujan

Berita

 532 total views,  4 views today.

Kementerian Pertanian (Kementan) memilih Blora sebagai lokasi percontohan riset pengembangan inovatif kolaboratif (RPIK) untuk penanaman padi di lahan sawah tadah hujan (LSTH).

Salah satu varietas padi yang ditanam adalah Inpari 40 yang memiliki potensi hasil 9,6 ton/hektar. Selain inpari 40 terdapat pula inpari 38, inpari 39, inpari 40, inpari 46, varietas cisaat, dan cakra buana.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Puslitbangtan) Kementan Priatna Sasmita menjelaskan, alasannya memilih Blora sebagai lokasi riset dikarenakan kondisi wilayah yang sebagian besarnya merupakan sawah tadah hujan.

“Kami bawa beberapa varietas padi hasil penelitian yang dirancang memiliki masa tanam pendek dan butuh sedikit air sehingga cocok untuk sawah tadah hujan seperti Blora ini,” ucap Priatna usai tanam perdana di Desa Perantaan, Bogorejo, Blora, 8 April lalu.

“Semuanya ini cocok ditanam di lahan tadah hujan. Kita coba, kita lihat mana yang lebih cocok untuk Blora. Luas lahan yang ditanami kali ini adalah 10 hektar,” tambahnya.

Priatna berharap, program tersebut dapat menjadi pusat percontohan keunggulan inovasi di lahan sawah tadah hujan. “Harapannya nanti bisa dikembangkan di seluruh kecamatan dan menyebar menjadi model pengembangan sawah tadah hujan tingkat nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Kementan karena memilih Blora sebagai proyek percontohan nasional riset padi sawah tadah hujan. “Blora ini memang hampir sebagian besar merupakan sawah tadah hujan. Sawah irigasinya hanya sedikit. Dengan adanya riset ini, kami berharap memperoleh hasil terbaik dan bisa direplikasikan ke daerah lain sehingga berujung pada peningkatan kesejahteraan petani kita,” ucapnya.

Pihaknya meminta petani dan tenaga penyuluh pertanian bisa ikut menyukseskan riset ini. Selain itu, Arief menyampaikan sejumlah permasalahan terkait pertanian yang ada di wilayahnya mulai tentang pupuk subsidi hingga penanganan pascapanen.

“Mohon bantuannya Pak Kapuslitbang. Beberapa waktu lalu kami juga sudah sowan Pak Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dan Dirjen Tanaman Pangan. Semoga Blora bisa terus dibantu,” ujarnya. (Kompas.com/AB)