Ikuti Workshop HLPDAB APEC 2021, Balitbangtan Paparkan Diseminasi Bioteknologi

Berita

 84 total views,  1 views today.

BB Biogen mewakili Indonesia sebagai anggota APEC (Asia-Pasific Economic Cooperation) dan bagian dari HLPDAB (High Level Policy Dialogue on Agricultural Biotechnology) telah mengikuti bagian kedua dari workshop series APEC HLPDAB yang bertema “Building Effective Communication Strategies on Agricultural Biotechnology”.

Acara ini diselenggarakan 23-24 Juni 2021. Sebelumnya bagian pertama dari workshop series ini telah dilaksanakan pada 9-10 Juni 2021.

Pada hari pertama, peserta workshop diajak mengingat kembali materi tentang strategi komunikasi yang disampaikan pada bagian pertama workshop, meliputi pengenalan dan pengembangan beberapa strategi komunikasi dalam perspektif bioteknologi pertanian, khususnya teknik pengeditan gen, serta pengenalan komunikasi melalui media digital dan jenis-jenisnya yang dapat digunakan untuk penyebarluasan informasi bioteknologi pertanian.

Selanjutnya, terdapat dua topik yang disampaikan pada bagian kedua ini, yaitu penerapan “Power Mapping” dan penguatan “Relationship Building” serta identifikasi media digital dan platform digital.

Dalam sesi praktik, peserta workshop dibagi dalam beberapa kelompok dan tiap ekonomi diminta untuk melakukan “Power Mapping”, yaitu menyusun daftar orang-orang atau institusi yang memiliki kekuatan atau kompetensi yang dapat mendukung (support) atau tidak mendukung (against) bioteknologi pertanian meliputi teknik rekayasa genetik, produk tanaman transgenik dan lainnya.

Selain itu peserta workshop juga diminta untuk menyampaikan kondisi terkini tentang penggunaan media digital sebagai alat komunikasi penyebarluasan informasi bioteknologi pertanian sebagai bahan diskusi, tukar informasi, dan pembelajaran bagi peserta yang lain.

Di dalam sesi diskusi, tim Cornell Alliance for Science sebagai pakar sekaligus moderator yang memandu diskusi dan memberikan solusi atau tanggapan terhadap materi peserta workshop sehingga peserta workshop dapat menyusun atau memperbaiki strategi komunikasi yang lebih sesuai dengan kondisi ekonomi, yang pada akhirnya tujuan dapat tercapai dan informasi mengenai bioteknologi pertanian (salah satunya adalah teknik pengeditan gen) dapat tersampaikan dengan baik ke masyarakat dan stakeholder.