Mentan Lepas Ekspor Varietas Unggul Ubi Jalar Rakitan Balitbangtan

Berita

 85 total views,  1 views today.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor varietas unggul ubi jalar rakitan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) sebanyak 24 ton ke Cina, di IP2TP Muneng, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Varietas unggul yang dilepas adalah Antin 2 dan Beta 2.

Jika dideskripsikan, Antin 2 memiliki potensi hasil 37,1 ton/ha dengan rata-rata hasil 24,5 ton/ha. Varietas ini agak tahan penyakit kudis (Sphaceloma batatas) dan agak tahan hama boleng (Cylas formicarius). Ubi yang warnanya merah ini juga memiliki kandungan antosianin tinggi, rasa enak, toleran kekeringan, serta cocok ditanam pada lahan tegalan dan sawah sesudah tanaman padi.

Sementara Beta 2 memiliki potensi hasil 34,7 ton/ha dengan rata-rata hasil 28,6 ton/ha. Ubi dengan daging berwarna orange ini juga agak tahan terhadap penyakit kudis dan hama boleng. Beta 2 juga memiliki rasa enak, bentuk umbi bagus, serta cocok ditanam pada lahan tegalan dan sawah sesudah tanaman padi.

Yang menjadi eksportir ubi jalar dari varietas Beta 2 dan Antin 2 adalah CV. Arindo Makmur. Ekspor ubi jalar ini merupakan ekspor kedua kalinya yang dilakukan oleh CV. Arindo Makmur di tahun 2021.

Sebelumnya telah diekspor ubi jalar sebanyak 24 ton ke Cina pada Maret 2021. CV. Arindo Makmur merupakan salah satu perusahaan eksportir yang bermitra dengan salah satu UPT Balitbangtan yaitu Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi).

Perusahaan eksportir ini memanfaatkan keunggulan kedua varietas ubijalar tersebut untuk memasarkannya hingga tembus ekspor. Selama ini, CV. Arindo Makmur untuk memenuhi permintaan konsumen mendapatkan dukungan dari komunitas petani ubi jalar di Malang.

Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Jufry menyebut, Mentan sangat mendorong upaya peningkatan ekspor hasil penelitian para peneliti Balitbangtan. Lebih jauh, diharapkan model hulu–hilir yang ada di Probolinggo dapat dikembangkan di wilayah lain di Indonesia.

“Teknologi yang dimiliki Balitbangtan tidak kalah dengan yang lain. Begitu pun halnya dengan kedelai kita yang punya kualitas baik. Sehingga, Pak Menteri mengarahkan agar kedelai dapat mencapai swasembada di tahun-tahun berikutnya,” katanya.