Bupati Banyumas Buka Kesempatan Warga Untuk Pelatihan Budidaya Porang

Berita

 85 total views,  2 views today.

Potensi komoditas porang benar-benar menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Hal itu ditunjukkan oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein dengan mengunjungi Balai Besar Litbang dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) di Bogor beberapa waktu lalu.

Salah satu tujuan dari kunjungan tersebut menurut Bupati adalah ingin mengenal lebih jauh tentang teknologi perbanyakan benih secara kultur jaringan terhadap komoditas porang.

“Di Banyumas sudah banyak masyarakat yang menanam porang tapi benihnya masih dari katak. Itu memerlukan biaya tinggi dan ada masa dormansi, sehingga kalau panen secara serentak itu saya khawatirkan harganya akan jatuh,” katanya dalam rilis, Senin (12/7/2021).

Guna meningkatkan percepatan ekonomi serta meminimalkan kerugian di tingkat petani, Bupati bertekad mengembangkan teknologi kultur jaringan.

“Kami bersama Dinas Pertanian akan mengembangkan kultur jaringan. Ini perlu keseriusan dan akan dimulai dengan penandatanganan MoU,” katanya.

Lebih lanjut Bupati Husein mengatakan pihaknya telah lama menjajaki teknologi kultur jaringan, bahkan sumber daya manusia dan beberapa fasilitas pun telah disiapkan.  Namun kerja sama dengan lembaga penelitian tetap diperlukan agar teknologi tersebut dapat diserap secara maksimal.

Selain teknologi kultur jaringan, Bupati juga menunjukan ketertarikannya terhadap sejumlah varietas unggul yang dihasilkan BB Biogen, seperti kedelai biji besar Biosoy, cabai tahan virus dan produktivitas tinggi Carvi Agrihorti serta beberapa varietas unggul lainnya.

“Untuk saat ini kita fokus dulu kepada kultur jaringan porang ini, nanti kalau sudah sukses barulah kita akan kembangkan ke komoditas-komoditas unggul lainnya,” lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut kunjungan, Bupati mengajak 50 orang yang berminat, untuk mengikuti kursus atau pelatihan pembudidayaan porang.

Menurutnya kegiatan akan dimulai bulan September yang akan datang dan akan dilakukan secara bertahap.

“Insyaallah Covid sudah reda,” katanya.

Bupati mengaku bahwa dirinya sudah pula bertemu dengan pembeli yang untuk ekspor agar proses kontrak jangka panjang dan harga bisa stabil asal pasokan juga dapat dipenuhi.

“Bertanam porang sangat menguntungkan, teknologi pertanian tidak terlalu sulit, asal punya kemauan pasti bisa,” tutupnya. (tribunnews.com)