BB Biogen Selenggarakan Bimtek Peningkatan Produktivitas Padi

Berita

 145 total views,  4 views today.

Kementerian Pertanian mempunyai program untuk meningkatkan produktivitas padi yang merupakan program prioritas nasional.

Program ini diharapkan terus meningkat untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu dari upaya program ini, yaitu Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Litbang Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk budidaya Padi.

Sehubungan dengan kegiatan peringatan hari pangan sedunia (HPS) Ke-41. Kementan melalui BB Biogen melakukan kegiatan pendampingan berupa bimtek budidaya dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman padi dengan kelompok tani binaan BPP Caringin Bogor. (25/10/2021)

Kegiatan ini dilakukan secara during dan offline. Hadir pada Kegiatan ini Koordinator Penyuluh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Caringin Bogor, Dindin.

Peserta yang mengikuti bimtek berjumlah 40 orang terdiri dari petani binaan dan penyuluh pertanian. Koordinator Penyuluh Dindin mengatakan dengan diadakannya bimtek ini dapat meningkatkan wawasan para petani di daerah nya.

“Dengan bimtek yang diselenggarakan ini saya berharap para petani dapat meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para petani dan penyuluh yang khususnya di wilayah Caringin dan umumnya bagi masyarakat petani,” ucap Dindin.

Dalam acara bimtek ini ada dua peneliti BB Biogen yang menjadi narasumber, yaitu Dr. Rossa Yunita dan Dr. Dodin Koswanudin.

Sebagai narasumber pertama Rossa yunita memaparkan teknologi budidaya padi agar dapat tumbuh dan dapat diproduksi secara optimal, untuk mendapatkan hasil yang optimal perlu memperhatikan beberapa hal , antara lain penggunaan bibit /benih unggul, pemupukan yang berimbang tanaman harus sesuai dengan lingkungan tumbuh, pemeliharaan secara optimal, dan pergiliran tanaman untuk memutus rantai hama dan penyakit.

Dodin Koswanudin sebagai narasumber kedua menyampiakan bagaimana mengatasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dapat diatasi secara mekanis dan kimia. Dalam pemberantasan OPT secara kimiawi harus tahu prosedur dan dosis serta bahan aktifnya, agar lebih efektif dalam penggunaan dan aman bagi organisme lainnya dan lingkungan.

Pada kegiatan ini disampaikan juga pengembangan varietas unggul baru (VUB) hasil inovasi Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), yaitu Padi Biobestari yang direspon oleh petani dengan sangat baik karena rasanya enak disukai oleh masyarakat serta potensi hasilnya tinggi 9,6 ton/ha GKG, bila kondisi tanaman cukup bagus serta dilakukan perawatan dengan benar dan teratur.

Diharapkan dengan bimtek ini kedepannya para Petani Penyuluh Swadaya (PPS) akan lebih baik lagi dengan bertambahnya ilmu dan wawasan, sehingga dapat mendukung pertanian yang Maju, Mandiri, dan Modern. (MHZ)