Komnas SDG Kembali Menggelar Kongres Komnas SDG VIII, dengan Tema “Pemanfaatan SDG Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Bioekonomi”

Berita

 305 total views,  4 views today.

Sekretariat Komnas SDG yang berada di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) kembali meyelenggarakan Kongres Komnas SDG VIII.

Kongres kali ini mengusung tema “Pemanfaatan SDG Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Bioekonomi”. Acara ini dilaksanakan secara daring dan diikuti sebanyak 350 Peserta (10/3/2022).

Hadir dalam acara ini Ketua Komnas SDG, Prof. Fadjry Djufry, yang juga selaku Plt. Kepala Balitbangtan, dan Mastur, Ph.D., selaku Sekretaris Komnas SDG, Para Sekretaris Daerah Provinsi, Anggota Komnas SDG, Komda, dan Tim Pakar SDG, Sekretaris Balitbangtan, Para Kepala Pusat, Kepala Balai Besar, Kepala BPTP seluruh Indonesia, Ketua KEHATI dan KTNA, Para Narasumber dan Peserta Kongres pemerhati SDG.

Acara diawali dengan Laporan Sekretaris Komnas SDG. Dalam paparannya Sekretaris Komnas SDG mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan keikutsertaan peserta yang sangat antusias dengan diselenggarakannya Kongres ini.

“Sumber Daya Genetik (SDG) merupakan aset nasional yang memegang peran sangat penting dalam mewujudkan dan mendukung ketahanan pangan, energi, dan bioekonomi. Berbagai isu terkait dengan SDG banyak diangkat di berbagai forum, baik secara nasional maupun internasional. Indonesia merupakan negara pemilik SDG terbesar di dunia, namun pemanfaatannya dalam menopang perekonomian nasional masih perlu ditingkatkan,” ujar Sekretaris Komnas SDG.

“Kami mengucapkan terima kasih atas antusias para peserta untuk mengikuti acara Kongres Komnas SDG VIII walaupun secara daring akan tetapi para peserta sangat antusias dan semangat, demi meningkatkan pemanfaatkan SDG lokal untuk mendukung ketahanan pangan,” tambahnya.

Selanjutnya arahan dan pembukaan dari Ketua Komnas SDG. Dalam arahannya Prof. Fadjry Djufry menjelaskan kondisi saat ini yang masih dalam pandemi dan tertundanya gelaran Kongres SDG selama dua tahun akibat dari pandemic Covid-19.

“Meskipun kondisi pandemi telah menyebabkan tertundanya Kongres Komnas SDG selama dua tahun, Komnas SDG pada tahun lalu telah berhasil menyelenggarakan Seminar Nasional Komnas SDG. Di situ civitas riset, akademisi maupun praktisi perSDGan berkumpul bersama saling sharing informasi maupun menjalin jejaring kerjasama penelitian dan pengembangannya. Dan pada kesempatan ini, saya sangat menyambut hangat pelaksanaan Kongres SDG yang telah sekian lama tertunda. Disebabkan keterbatasan anggaran akibat pandemi, beberapa kegiatan seperti apresiasi untuk petan pelestari plasma nutfah, dan G-Diva (Genetic diversity fair) dan seminar tidak dapat dilaksanakan bersamaan pada kongres ini,” jelas Ketua Komnas SDG.

“Hari ini, marilah kita jadikan momentum yang luar biasa ini sebagai kesempatan besar untuk melakukan aktualisasi dan konsolidasi bersama. Saatnya bagi kita untuk membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, mengaktualisasikan diri serta menyusun strategi-strategi baru bagi tercapainya perjuangan pengelolaan SDG agar semakin terlestarikan, terlindungi, termanfaatkan secara berkelanjutan, dan turut mendukung pembangunan ketahanan pangan dan bioekonomi. Untuk ini, penguatan peran dan sinergi KOMNAS dan KOMDA dengan pemerintah pusat maupun daerah pada berbagai sektor yang terkait dengan SDG sangat diperlukan. Penataan regulasi dan kebijakan yang mendukung pengelolaan SDG berkelanjutan perlu kita maksimalkan. Regulasi dan kebijakan yang jelas dan berpihak terhadap tata-kelola maupun akses SDG akan memudahkan dalam memaksimalkan pemanfaatan SDG berkelanjutan untuk kesejahteraan bangsa,” lanjutnya.

Dalam acara ini ada tiga narasumber yang menyampaikan pemaparannya, Mastur, Ph. D. Memaparkan mengenai Dinamika Pengelolaan SDG Nasional, Prof. Sugiono memaparkan mengenai Pentingnya Regulasi Pengelolaan SDG dalam Pembangunan Pertanian Berkelanjutan, dan Sunardi, SP., M.Si. memaparkan mengenai Pemanfaatan SDG Lokal untuk Pemuliaan dalam Mendukung Pembangunan Ketahanan Pangan dan Bioekonomi.

“Dengan penyelenggaraan Kongres Komnas SDG ini, diharapkan akan dapat memacu penderasan arus informasi potensi, masalah dan edukasi publik terkait SDG Indonesia dalam menyumbang produksi pangan nabati dan hewani, pakan, bahan bakar, dan obat-obatan dunia. Selain itu, jejaring kerjasama nasional dan akses informasi dalam pemanfaatan SDG dapat ditingkatkan, sehingga program perbaikan genetik dapat terlaksana melalui kerjasama saling menguntungkan diantara mitra,” Pungkas Sekretaris Komnas SDG. (MHZ)