Pejuang Sorgum Bagikan Pengalamannya Gunakan Varietas Bioguma

Berita

 251 total views,  3 views today.

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) telah berhasil merakit varietas unggul baru (VUB) sorgum manis Bioguma dan dilepas pada tahun 2019. Di tahun yang sama, sorgum Bioguma langsung diadopsi oleh para petani maupun pelaku usaha.

Ir. Irwan, Dirut PT Bima Hutana Sejahtera, saat dihubungi BB Biogen, Senin (18/4) mengatakan bahwa sorgum memiliki prospek yang sangat bagus di NTB. Ditambahkannya, sorgum saat ini menjadi salah satu prioritas Program Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah yang dicanangkan oleh Walikota Bima.

Lebih lanjut menurut Irwan, produktivitas sorgum Bioguma 1, 2, dan 3 sama baiknya dan tidak kalah dengan varietas lainnya. Ia medapatkan hasil panen pertamanya sebanyak 5 ton/ha dari 10 kg benih. Dari hasil panen tersebut, ia mulai meluaskan pengembangannya.

“Di tahun 2020 lalu, kami gunakan lahan seluas 650 ha untuk mengembangkan sorgum Bioguma dimana 500 ha untuk program Kementerian Pertanian dan 150 ha digunakan untuk swadaya masyarakat. Lahan seluas itu terbagi masing-masing 250 ha di Kota Bima, 250 ha di Kabupaten Bima dan 150 ha di Sumbawa,” ungkap Irwan.

Hasil panen yang diperoleh di tahun 2020 kemudian disebarluaskan ke Medan, Bintan, Lampung, dan ke beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa tengah, Sulawesi dan Kalimantan.

Di tahun 2022, Irwan optimis sorgum Bioguma dapat lebih berkembang di NTB dengan luasan yang semakin meningkat. Dengan tersedianya bahan baku, ia berharap juga akan berkembang industri lainnya yang berbasis sorgum, baik biji, batang maupun nira.

Sementara itu, Ketua Koperasi Sorgum Nusantara asal Bandung, Yudith Sriwulandari ikut membagikan pengalamannya selama menggunakan varietas Bioguma. Sebagai pelaku usaha, ia telah membuat berbagai produk olahan berbahan baku sorgum seperti cake lapis, cookies, gula, dan tepung beras sorgum.

“Saat ini, usaha produk olahan berbahan baku sorgum milik kami telah berjalan meskipun masih dalam skala rumah tangga. Dari pengalaman, produk olahan kami yang menggunakan bahan baku sorgum ini memiliki rasa yang lebih enak dan warnanya menjadi lebih cerah,” ujar Yudith saat dihubungi.

Pada kesempatan lain, Kepala BB Biogen, Ir. Mastur, PhD. turut senang dan bangga dengan perjuangan mitra BB Biogen dalam pengembangan sorgum Bioguma ke seluruh wilayah Indonesia.

“Pak Irwan dan Bu Yudith adalah mitra BB Biogen dalam pengembangan sorgum Bioguma. Inilah yang disebut berkelanjutan. Awalnya hanya dari benih BS yang ditanam di lahan seluas 3.000 m2. Tidak ada dana yang kita keluarkan, selain bantuan benih BS. Varietas unggul yang menguntungkan, benih bermutu, ditambah strategi diseminasi yang tepat, kunci keberlanjutan. Bukan bantuan APBN,” ujar Mastur. (MHZ/RAS)