Kisah Sukses Feromon-Exi BB Biogen

Penandatangan Lisensi Feromon-Exi - BB BiogenFeromon-Exi adalah bioinsektisida ramah lingkungan untuk mengendalikan serangan ulat bawang, Spodoptera exigua yang merupakan salah satu hama utama yang merusak tanaman bawang merah. Penelitian mengenai feromon seks Spodoptera exigua dimulai pada tahun 2004.

Hasil awal uji lapang menunjukkan bahwa formulasi yang ditemukan peneliti BB Biogen lebih kuat menarik serangga jantan dibandingkan dengan betina virgin atau formulasi komersial yang diproduksi Jepang. Hal ini mungkin terjadi karena komposisi formulasi yang dihasilkan BB Biogen sesuai dengan populasi Indonesia yang mungkin berbeda dengan serangga hama yang sama yang ada di Jepang. Di samping itu, BB Biogen mengembangkan perangkap sederhana yang terbukti pada pengujian terbatas lebih efektif dibandingkan dengan perangkap komersial asal Jepang atau Taiwan. Sedangkan diseminasi Feromon-Exi mulai dilakukan pada tahun 2006-2010 (Tabel 1).

Tabel 1. Diseminasi Feromon-Exi.

Tahun

Kegiatan Instansi terkait

Juni 2006

Demplot aplikasi Feromon-Exi seluas 1 ha di Desa Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.

Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Konservasi Tanah Kabupaten Brebes

Juni 2007

Pemasangan perangkap Feromon-Exi di lahan bawang merah seluas 25 ha yang lokasinya di Desa Sukorejo, Desa Bagor Kulon, Desa Banaran Kulon, Desa Kendalrejo, dan Desa Mungkung pada lahan seluas 25 ha

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Pengembangan Lahan Kabupaten Nganjuk

Juli 2007

Demplot aplikasi Feromon-Exi pada lahan bawang merah Kelompok Tani Berkah Tani seluas 20 ha di Desa Glonggong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes

Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Konservasi Tanah Kabupaten Brebes

Mei 2007

Dukungan teknologi pada kegiatan Prima Tani di Desa Playangan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon pada lahan bawang merah seluas 25 ha

BPTP Jawa Barat dan Dinas Pertanian Cirebon

Juni 2007

Dukungan teknologi pada kegiatan Prima Tani di Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara pada lahan bawang merah seluas 5000 m2

BPTP Sumatera Utara

Juli 2007

Dukungan teknologi pada kegiatan Prima Tani di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli pada lahan bawang merah seluas 5 ha

BPTP Bali dan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Bangli

Juli 2010

Mengaplikasikan perangkap berferomon Exi di Desa Argapura, Kabupaten Majalengka pada lahan bawang merah Kelompok Mekarguna I dan Kelompok Tani Cikareo seluas 5 ha

BPTP Jawa Barat dan BPP Kecamatan Argapura

Juli 2010

Mengaplikasikan perangkap berferomon Exi di Desa Pamaron, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes pada lahan pada lahan bawang merah seluas 25 ha

BPTP Jawa Tengah dan Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Konservasi Tanah Kabupaten Brebes

Agustus 2010

Mengaplikasikan perangkap berferomon Exi di Desa Babakan Losari Lor, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon pada lahan pada lahan bawang merah seluas 25 ha

BPTP Jawa Barat dan Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Kehutanan Kabupaten Cirebon

 

Untuk mengetahui respon petani terhadap aplikasi teknologi Feromon-Exi, selama kegiatan diseminasi telah dilakukan tiga kali Temu wicara/Temu Lapang yang diselenggarakan di Kabupaten Brebes pada tanggal 20 Juli 2006 dan 30 Agustus 2007 serta di Kabupaten Nganjuk pada 9 Agustus 2007.

Pada tanggal 29 April 2009, BB Biogen mengajukan invensi untuk perlindungan HKI melalui Balai Pengelola Alih Teknologi dan pada tanggal 31 Mei 2013 telah dilakukan penandatanganan lisensi antara Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian dengan CV NUSAGRI.