Dokumentasi

Kegiatan pengelolaan plasma nutfah pertanian melibatkan banyak kegiatan mulai dari koleksi/introduksi, registrasi, konservasi, karakterisasi, evaluasi hingga pemanfaatan plasma nutfah yang bersangkutan bagi kegiatan penelitian pemuliaan. Pada setiap pos kegiatan tersebut akan dihasilkan banyak sekali data dan informasi penting yang harus didokumentasikan. Dengan demikian, di samping materi plasma nutfah, maka data dan informasi penting mengenai karakteristik plasma nutfah tersebut juga harus disimpan dalam bentuk database yang terkelola dengan baik. Perkembangan peningkatan kualitas dan kuantitas aktivitas bank gen dari waktu ke waktu menuntut tersedianya data dan informasi yang dapat diakses setiap saat secara cepat, mudah, dan akurat. Data serta informasi hasil kegiatan eksplorasi/introduksi, karakterisasi, dan evaluasi didokumentasi dalam bentuk pangkalan data (database). Guna lebih memudahkan dalam pengelolaan data, maka sejak beberapa tahun terakhir telah disusun sistem database plasma nutfah tanaman pangan berbasis Microsoft Access. Penambahan serta pengembangan program aplikasi database plasma nutfah tanaman pangan terus dilakukan guna meningkatkan kinerja sistem database yang ada. Dengan adanya sistem database ini, kegiatan pengelolaan, moniroting serta pertukaran data dapat dilakukan secara lebih mudah, cepat, dan akurat. Kegiatan dokumentasi data SDG yang dilakukan meliputi:
  • Inventarisasi data: data yang diinventarisasi meliputi data paspor, data karakterisasi, data evaluasi (plasma nutfah tanaman). Data visual dalam bentuk foto juga diinventarisir untuk masing-masing aksesi (record), sesuai dengan ketersediaannya.
  • Transkripsi: penyesuaian format data dengan format standar yang telah ditentukan dalam sistem database; jika diperlukan, transformasi data dilakukan.
  • Entry (pemasukan) data: penambahan dan editing data dilakukan menggunakan sistem database Sistem Informasi Plasma Nutfah Pertanian (SIPNP) berbasis Microsoft Access.
  • Validasi data: data yang telah dientry dikonfirmasi kembali kesesuaian dan kebenarannya terhadap data aslinya. Editing data akan dilakukan kembali jika terjadi ketidaksesuaian atau kesalahan dalam melakukan pemasukan data.
  • Penyusunan katalog tahunan plasma nutfah pertanian: print-out data dilakukan secara periodik dalam bentuk buku katalog tahunan plasma nutfah pertanian.
  • Pengembangan program aplikasi database plasma nutfah tanaman pangan dan mikroba pertanian: dilakukan untuk menjamin optimalisasi kinerja sistem database yang ada. Selain itu itu, juga untuk mengakomodir penambahan trait baru yang harus didokumentasikan, seperti penambahan karakter-karakter baru
Sampai dengan tahun 2016, total data karakteristik sumber daya genetik tanaman pangan yang telah didokumentasikan ke dalam database adalah 11.109 aksesi yang meliputi: padi 4.116 aksesi, padi liar 94 aksesi, jagung 1.052 aksesi, sorgum 255 aksesi, hanjeli 12 aksesi, jewawut 9 aksesi, wijen 6 aksesi, gandum 83 aksesi, kedelai 888 aksesi, kacang tanah 821 aksesi, kacang hijau 915 aksesi, kacang tunggak 130 aksesi, kacang Bogor 9 aksesi, kacang gude 13 aksesi, komak 11 aksesi, kacang koro benguk 9 aksesi, kacang koro pedang 7 aksesi, ubikayu 556 aksesi, ubijalar 1.364 aksesi, talas 245 aksesi, belitung 126, patat 34 aksesi, ganyong 63 aksesi, gembili 17 aksesi, gadung 14 aksesi, ubi kelapa 20 aksesi, suweg 2 aksesi serta terong dan kerabat liarnya 233 aksesi. Selain itu, terdapat koleksi SDG mikroba sebanyak 1.074 aksesi yang terdiri dari bakteri (1.033 aksesi), fungi (5 aksesi), yeast (12 aksesi) dan virus (24 aksesi)