Koleksi SDG

Bank Gen Balitbangtan – BB Biogen memiliki mandat utama untuk melakukan koleksi dan konservasi sumber daya genetik (SDG) pertanian secara ex-situ, untuk koleksi SDG jangka pendek (short term) dan jangka menengah (medium term). Koleksi jangka pendek dan menengah dilakukan pada kondisi ruang simpan bersuhu sekitar 5-10 derajat Celcius (kondisi kelembaban relatif sekitar 15%). Konservasi jangka pendek dan menengah ini ditujukan untuk memelihara dan menyediakan koleksi aktif (active / working collection) bagi program pemuliaan. Pada kondisi penyimpanan yang terkontrol dengan baik, penyimpanan jangka pendek dan menengah diharapkan dapat menyediakan benih berkualitas tinggi untuk setidaknya pada jangka waktu 8-10 tahun (FAO, 2014).
SDG pertanian yang disimpan di Bank Gen Balitbangtan – BB Biogen meliputi serealia (sorgum, jagung, padi, padi liar, wijen, hanjeli / jali, gandum dan jewawut), aneka kacang (kacang Bambara, kacang gude,  kacang hijau, kedelai, kacang komak, koro benguk, koro pedang, kacang tanah, dan kacang tunggak), aneka ubi (belitung, ganyong, gembili, ubijalar, ubikayu, patat / garut, dan talas) serta mikroba pertanian (bakteri, fungi / kapang dan virus).
Beberapa materi SDG tersebut juga disimpan di sub-bank gen Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Padi di Sukamandi (padi), Balai Penelitian Aneka Kacang dan Ubi di Malang (kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang Bambara, kacang tunggak, ubikayu, ubijalar dan talas), Balai Penelitian Tanaman Serealia di Maros (jagung, sorgum, gandum dan jewawut), dan Balai Penelitian Tanaman Serat dan Pemanis di Karangploso (wijen).